a. Perubahan-perubahan yang tiba-tiba dalam perasaan
Kehamilan dapat membuat wanita begitu emosional. Beberapa wanita tertawa atau menangis tanpa alasan yang jelas. Beberapa lagi mungkin merasa depresi, mudah marah atau terluka. Tertawa sendiri, tiba-tiba menangis, dan perubahan suasana hati yang mendadak lainnya adalah hal yang normal. Namun jangan diabaikan karena perasaan wanita hanya karena dia hamil. Perasaannya itu riil tidak dibuat-buat.

b. reaksi cemas
adalah gangguan yang ditandai dengan rasa cemas dan ketakutan yang berlebihan, terutama sekali terhadap hal-hal masih tergolong wajar.

c. reaksi panik
adalah ditandai dengan rasa takut dan gelisah yang hebat, terjadi dalam periode yang relatif singkat dan tanpa sebab-sebab yang jelas.

d. Mimpi yang aneh-aneh dan mimpi buruk
Wanita hamil isa mengalami mimpi yang kuat dan sangat jelas. Isinya bisa indah, aneh atau menakutkan. Wanbita yang mengalami mimpi-mimpi menakutkan biasanya memerlukan seseorang untuk diajak bicara mengenai harapan-harapan, ketakutan-ketakutandan perasan-perasaan mereka.

e. Sering lupa
Beberapa wanita melupakan hal-hal tertentu ketika hamil. Bagi sebagian wanita ini bukan masalah besar. Namun beberapa wanita khawatir jika kondisi ini tidak normal. Taksatu pun tahu kenapa wanita menjadi lebih mudah lupa saat mereka hamil, namun kondisi ini umum ini terjadi dimana-mana.

f. Perasaan-perasaan tentang seks
Beberapa wanita tidak ingin banyak melakukan hunbungan seksual ketika sedang hamil. Sementara yang lain malah kebalikannya. Terkadang ses tidak tersa nyaman saat dilakukan pada msa hamil. Wanita dan pasangannya dapat mencob beberapa posisi berbeda untuk bercinta. Paling baik jika posisi wanita diatas, ata duduk atau berdiri, atau berbaring disalah satu sisinya.

g. reaksi obsesif-komplusif
adalah gambaran spesifik dari gangguan ini selalu timbulnya perasaan, rangsangan ataupun pikiran untuk melakukan sesuatu, tanpa obyek yang jelas, diikuti dengan perbuatan yang dilakukan secara berulang kali.

h. depresi berat
depresi pada wanita hamil ditandai oleh perasaan sedih tidak bergairah, menyendiri, penurunan berat badan, insomia, kelemahan, rasa tidak dihargai, dan pada kasus yang berat, ada keinginan untuik melalukan bunuh diri.

i. reaksi mania
rasa gembira yang berlebihan (eforia) mudah terangsang, hiperaktif, banyak bicara (logore), mengganggu dan rasa percaya diri yang berlebihan.

j. skizofrenia
ditandai dengan gangguan proses berfikir, persepsi dan realita.

k. rasa kehilangan

l. cenderung malas
Para suami perlu memahami bahwa kemalasan ini bukan timbul begitu saja, melainkan pengaruh perubahan hormonal yang sedang dialami istrinya. “Jadi tidak ada salahnya bila suami menggantikan peran istri untuk beberapa waktu. Misalnya dengan menggantikannya membereskan tempat tidur, membuat kopi sendiri.

m. lebih sensitif
Biasanya, wanita yang hamil juga berubah jadi lebih sensitif. Sedikit-sedikittersinggung lalu marah. apa pun perilaku ibu hamil yang dianggap kurang menyenangngkan, hadapi saja dengan santai. Ingatlah bahwa dampak perubahan psikis ini nantinya bakal hilang. Bukan apa-apa, bila suami membalas kembali dengan kemarahan, bisa-bisa istri semakin tertekan sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya.

n. minta perhatian lebih
lain yang kerap “mengganggu” adalah istri tiba-tiba lebih manja dan selaluingin diperhatikan. Meskipun baru pulang kerja dan sangat letih, usahakan untuk menanyakan keadaannya saat itu. Perhatian yang diberikan suami, walau sedikit, bisa memicu tumbuhnya rasa aman yang baik untuk pertumbuhan janin. Demikian pula ketika istri merasakan pegal-pegal dan linu pada tubuhnya. Istri sering meminta suami untuk mengusap tubuhnya. Sebaiknya lakukan sambil memberikan perhatian dengan mengatakan bahwa hal ini memang sering dialami wanita yang sedang hamil dan diperlukan kesabaran untuk menghadapinya.

o. gampang cemburu
Tak jarang, sifat cemburu istri terhadap suami pun muncul tanpa alasan. Pulang telat sedikit saja, istri akan menanyakan hal macam-macam. Mungkin, selain perubahan hormonal, istri pun mulai tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya. Ia takut bila suaminya pergi dengan wanita lain. Untuk menenangkannya, suami perlu menjelaskan dengan bijaksana bahwa keterlambatannya dikarenakan hal-hal yang memang sangat penting dan bukan karena perselingkuhan. Bila perlu,ceritakan dengan terperinci aktivitas.

p. akibat hormon progesteron
Perubahan perilaku pada ibu hamil merupakan hal wajar karena produksi hormon progesteronnya sedang tinggi. Hal inilah yang mempengaruhi banyak hal, termasuk psikis ibu. Perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil sebenarnya sama persis dengan perubahan hormon pada wanita yang sedang mengalami siklus haid, perubahan hormon yang terjadi tidak selamanya akan mempengaruhi psikis ibu hamil. Ada juga yang perilakunya tidak berubah. Hal ini, disebabkan kerentanan psikis setiap orang yang berbeda-beda. Nah, daya tahan psikis dipengaruhi oleh kepribadian, pola asuh sewaktu kecil, atau kemauan ibu untuk belajar menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Biasanya ibu yang menerima atau bahkan sangat mengharapkan kehamilan akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan. Secara fisik dan psikis, mereka lebih siap. Berbeda dari ibu yang tidak siap, umpamanya karena kehamilannya tidak diinginkan, umumnya merasakan hal-hal yang lebih berat. Begitu pula dengan ibu yang sangat memperhatikan estetika tubuh. Dia akan merasa terganggu dengan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan. Seringkali ibu sangat gusar dengan perutnya yang semakin gendut, pinggul lebih besar, payudara membesar, rambut menjadi kusam, dan sebagainya.
Tentu hal ini akan semakin membuat psikis ibu menjadi tidak stabil.
Perubahan psikis umumnya lebih terasa di trimester pertama kehamilan. Kala itu pula, ibu masih harus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan hormon yang terjadi. Lalu berangsur hilang di trimester kedua dan ketiga karena ibu sudah bisa menyesuaikan dirinya.

q. waspadai perubahan berlebihan
Perubahan perilaku pada ibu hamil, jika kadarnya masih normal, tidak akan mengganggu proses tumbuh kembang janin. Namun, ada batasan yang mesti diwaspadai, yakni saat perilaku ibu sudah “keterlaluan”. Kriteria keterlaluan memang terkesan rancu, tapi yang pasti waspadai jika ibu terlihat dilanda kecemasan berlebih atau stres sehingga perilakunya bisa “membahayakan” janin. Misalnya, kemalasan ibu sampai membuatnya masa bodoh dengan kehamilannya. Atau kemarahan yang terjadi sudah sering berubah menjadi amukan. kondisi psikis yang terganggu akan berdampak buruk pada aktivitas fisiologis dalam diri ibu. Umpamanya, suasana hati yang kelam dan emosi yang meledak-ledak dapat mempengaruhi detak jantung, tekanan darah, produksi adrenalin, aktivitas kelenjar keringat dan sekresi asam lambung. Di samping itu, dapat pula memunculkan gejala fisik seperti letih, lesu, gelisah, pening, dan mual. Semua dampak ini akhirnya akan merugikan pertumbuhan janin karena si kecil sudah dapat merasakan dan menunjukkan reaksi terhadap stimulasi yang berasal dari luar dirinya. Apalagi masa trimester pertama merupakan masa kritis menyangkut pembentukan organ tubuh janin. Oleh karena itu, walaupun sifat pemalas, pemarah, sensitif, dan manja wajar muncul di masa hamil, Banyak hal yang bisadilakukan. Jika perubahan ini ditanggapi secara positif, baik ibu maupun janin akan lebih sehat kondisinya.
Inilah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan munculnya dampak psikis yang negative.

About these ads