Tahu, tempe, susu kedelai dan makanan olahan kedelai lainnya memang terkenal baik bagi tubuh. Membantu mencegah gejala osteoporosis, menopouse, diabetes dan kanker. Tapi, makan banyak kedelai juga bisa menyebabkan kemandulan pada pria.


Seberapa sering anda makan tempe mendoan, tahu gejrot, susu kedelai atau makanan olahan kedelai lainnya. Kedelai mengandung protein tinggi dan mengandung sedikit lemak tak jenuh yang bebas kolestrol dan bisa mengurangi risiko penyakit jantung serta diabetes.


Namun, khasiat makanan sehat super ini tidak berlaku bagi pria. Seperti yang dikulas Menshealth dalam sebuah penelitian Harvard study in 2008, menyatakan laki-laki yang makan kedelai atau olahanya bisa mengganggu kesuburan pria.

Penelitian yang dilakukan Harvard di tahun 2008 ini menunjukan hubungan antara asupan kedelai dengan jumlah sperma yang berkurang. Dalam studi tersebut diketahui jika seorang pria makan setengah porsi kedelai per hari, memiliki 32% lebih rendah sperma yang dihasilkan daripada yang tidak.

Selain itu, kedelai juga dapat menyebabkan kasus awal disfungsi ereksi. Penelitian lain yang dilakukan olehJorge Chavarro, MD, Sc.D ini telah dipublikasikan dalam Jurnal Human Reproduction tahun 2008, menunjukan bahwa makan banyak kedelai termasuk susu kedelai bisa mengurangi konsentrasi sperma dan meningkatkan hormon estrogen pada pria. Sehingga terlihat lebih feminim.

Walaupun begitu, masih ada cara lain yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesuburan seumur hidup, salah satunya dengan melakukan diet sehat dan olahraga secara teratur. Sebab, dua hal ini penting untuk mengurangi asupan lemak dan jumlah lemak berlebih dalam tubuh.

Menurut seorang ahli urologi Larry Lipshultz, MD mengatakan bahwa jaringan lemak dalam tubuh dapat mengganggu produksi testoteron, sehingga memperlambat produksi sperma. Selain itu, merendam dengan air panas atau hangat juga bisa merusak sperma.

Sebab, sperma yang diproduksioleh testis dikenal memiliki temperatur yang lebih dingin daripada bagian tubuh lainnya. Maka itu, intensitas panas bisa secara langsung diterima oleh testis sehingga menyebabkan terjadinya masalah kesuburan. Hal ini diketahui bahwa perendaman selama 1-5 jam per minggu dalam air panas atau hangat bisa menurunkan jumlah sperma.