Hipertensi atau tekanan darah tinggi,yang merupakan faktor utama pemicu penyakit jantung selama ini identik dengan konsumsi garam berlebihan.Namun faktanya gula juga berkontribusi sama dengan garam terhadap peningkatan tekanan darah,yang memicu penyakit jantung!..

“Ini lebih pada faktor obesitas yang dipicu gula.Pasalnya sel lemak pada obesitas itu banyak mengandung hormon adiponektin,yang sifatnya  vasokontriksi(pengecilan pembuluh darah).Ini yang membuat pembuluh darah menyempit dan memicu kenaikan tekanan darah,”ungkap pakar hipertensi dr.Suhardjono SpPD,di sela acara kursus penyegaran dan penambah ilmu kedokteran FKUI,di jakarta(12/3/2011).
   Ia mencontohkan softdrink,yang mengandung zat fruktosa atau gula buah.Apabila sajian minuman ringan dikonsumsi secara berlebihan,bisa menimbulkan faktor obesitas pada usia muda.Ujungnya,obesitas akan memicu diabetes dan faktor aterosklerosis(penyempitan pembuluh darah).
   “Penyempitan pembuluhdarah inilah yang kemudian menjadi faktor pemicu penyakit jantung,”ujar Suhardjono.
   Secara teoritis,Suhardsjono juga menjelaskan,seseorang yang mempunyai tekanan darah 140/90mgHg,di katakan sudah tergolong hipertensi.Akibatnya,ia memiliki resiko lebih besar terkena stroke dan jantung ,jika dibandingkan dengan mereka yang tekanan darah normal di bawah 120/80mgHg.
   Konsumsi gula berlebih membahayakan mereka yang punya tekanan darah 140/90mgHg atau lebih,sebab akan terjadi tekanan sistolik(tekanan saat jantung berkontraksi) sebesar 1,6mgHg,serta tekanan diastolik(tekanan saat jantung berelaksasi)0,8mgHg.Namun,konsumsi gula berlebih pun bisa memicu hipertensi bagi mereka yang tekanan darahnya normal.
   Sebab itu,guna meminimalisir faktor hipertensi itu,Suhardjono mewanti wanti untuk mengurangi konsumsi gula secara drastis,atau bahkan tidak sama sekali.”Jangan makan gula murni,karna gula bukanlah zat gizi yang diperlukan seperti elektrolit.Fungsi gula hanya penambah nikmat,biar enak,”tandas Suhardjono.
   Suhardjono memandang zat pemanis itu pun sebenarnya tak diperlukan lagi bagi manusia,lantaran secara alamiah sudah ada dalam makanan yang terolah menjadi gula.Ia mencontohkan karbohidrat yang setelah dikonsumsi,diolah menjadi tepung dan menjadi gula.
   “Ini tak akan menyebabkan kadar gula menjadi naik dengan tiba tiba karena ada proses pencernaan.Jadi lebih baik mengkonsumsi gula cukup dari makanan sehari hari yang dimakan,”kata pakar hipertensi dari FKUI itu.
   Menurutnya,cara terbaik guna mengurangi konsumsi gula tersebut melakukan diet tanpa gula murni dan olahraga.Dengan demikian,kandungan gula di dalam tubuh akan terkontrol dan tentunya tidak akan berlebihan.
  “Adapun berolahraga sangat berguna,karena bisa langsung membakar gula di dalam tubuh,karena memang gula bahan bakar.Berbeda dengan lemak yang sifatnya untuk di simpan.Karena itu’tak merugikan apabila olahraga selalu di lakukan setiap hari agar gula berlebih yang ada pada tubuh tak berubah jadi pemicu hipertensi dan penyakit jantung,”pungkas Suhardjono.***
Sumber:H.MEDIA INDONESIA(16/3/2011)