Dunia kesehatan dihadapkan dengan tantangan baru ,yaitu adanya jenis penyakit malaria yang disebabkan plasmodium knowlesi .Kini plasmodium knowlesi yang selama ini dikenal hanya ada pada monyet ekor panjang(macaca fascicularis),kini ditemukan pula pada tubuh manusia.

   Ada 4 jenis parasit malaria pada manusia yang diketahui yakni: plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium malariae, dan plasmodium ovale.Parasit ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi.
   Penelitian sebuah tim internasional yang dimuat jurnal Clinical Infectious Diseases memaparkan,hasil tes pada 150 pasien dirumah sakit Serawak,Malaysia ,Juli 2006 sampai januari 2008,menunjukan dua per tiga kasus malaria disebabkan infeksi plasmodium knowlesi.
   Kasus yang diduga kuat infeksi p.knowlesi juga terjadi di China, Thailand,Filipina, Myanmar, dan Indonesia.Jurnal Emerging Infectios Diseased(CDC) memuat studi berjudul Plasmodium knowlesi in human,Indonesia Borneo.Artikel itu memuat tentang seorang turis asal Australia yang terinfeksi p.knowlesi setelah ke Kalimantan.
   Tim dari Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tengah meneliti kasus p.knowlesi di Kalimantan Tengah.Ada enam sampel darah yang diduga kuat positif dan masih menunggu lebih lanjut.
   Kordinator  project Management Unit Global Fun Malaria Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan sekaligus doktor bidang Malariologi Lukman Hakim mengatakan ,gejala malaria tak lepas dari siklus hidup Plasmodium.Secara garis besar, didalam tubuh manusia parasit itu membelah diri(tahap pertama) didalam hati.Selepas dari hati, parasit menyerang sel darah merah dan membelah diri beberapa kali dalam butiran sel darah merah.Saat pembelahan, dihasilkan zat yang dapat mempengaruhi alat pengatur di otak.”Ini menyebabkan demam bagi penderitanya”, kata Lukman.
   Kematian dapat terjadi jika parasit menyerang otak,seperti malaria akibat Plasmodium falcifarum.Parasit menempel dan menyumbat pembuluh darah kapiler yang halus.”Pembuluh darah kapiler berhubungan dengan organ vital,seperi otak, dan ginjal”,kata Dia.
   Berbagai studi menunjukan, pada infeksi p. knowlesi, siklus reproduksi aseksual(pembelahan diri)yang terjadi dalam tubuh manusia atapun hewan,terjadi dalam jangka waktu 24 jam.Lebih cepat dibandingkan siklus pada Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium falcifarum, yang membutuhkan waktu siklus 48 jam.Sedangkan pada Plasmodium malariae 72 jam,setiap kali sel-sel membelah akan terjadi serangan demam.
   Gejala pada infeksi P.knowlesi disebut-sebut mirip dengan malaria berat plasmodium falcifarum.Hal ini terungkap dalam studi bertajuk Clinical and Laboratory Features of Human Plasmodium Knowlesi infection oleh sejumlah peneliti Malaysia dan Australia di Kapit Hospital, Serawak, Malaysia.
   Gejala yang tidak spesifik,antara lain demam dan rasa dingin.Kadang muncul kesulitan bernapas dan batuk.Selain itu, ada Trombositopenia, yakni berkurangnya jumlah keping sel darah merah pada 98% pasien .Semula tiga pasien dalam studi itu tidak mengalami trombositopenia dan level parasit dalam tubuh rendah.Namun, hanya dalam waktu 24 jam semua pasien mengalami trombositopenia.Ada pula yang mengalami gangguan dalam hati.Pengobatan standar malaria dapat menyembuhkan penyakit itu.
   Dalam artikel plasmodium knowlesi malaria in human is widely distributed and potentially life-threatening diungkapkan ,p.knowlesi lebih sulit dideteksi lantaran penampakan dibawah mikroskop mirip dengan p.malariae.Akibatnya, terjadi kesalahan identifikasi sebagai p.malariae yang diasosiasikan dengan parastemia rendah dan gejala klinis tidak berat.Di sisi lain, penyakit makin parah .Hal ini memicu serangkaian studi di Malaysia.
Perpindahan parasit plasmodum knowlesi dari monyet ke manusia:
  Lukman mengatakan, dulu nyamuk tidak menghisap darah manusia,hanya menghisap darah hewan.Namun, dengan membesarnya populasi manusia dan dekatnya jarak hewan dan manusia, nyamukpun menghisap darah manusia.Penyakit hewanpun melompat ke manusia.
   Berdasarkan hasil studi terbaru, diketahui plasmodium falcifarum berasal dari gorila.Ada beberapa jenis plasmodium yang sampai kini hanya ada di monyet dan belum ditemukan pada manusia.
   Penggundulan hutan yang mengancam habitat monyet dan penambahan jumlah penduduk diduga mempengaruhi berjangkitnya plasmodium knowlesi pada manusia.
   Pakar malaria dan penulis buku tentang malaria yang mendapatkan penghargaan dari Kementrian Kesehatan untuk jasanya dalam eliminasi malaria 25 april 2011,Paul Harijanto, mengatakan,kehadiran jenis baru malaria tak lepas dari prilaku mikroba yang berevolusi.”Berbagai faktor, seperti perubahan iklim, ikut mempengaruhi.Contoh lain, p.falcifarum dikenal menyebabkan malaria berat.Namun belakangan infeksi p.vivax juga bisa berat,”kata Paul yang berpraktik di Rumah Sakit Bethesda,Tomohon, Sulawesi Utara.
   Dia mengatakan, menghadapi p.knowlesi tak beda dengan jenis malaria lain.Sepanjang ditangani degan tepat dan segera,mlaria jenis apapun seharusnya tidak berakhir dengan kematian penderitanya.***
Sumber:KOMPAS