Perempuan yang pernah mengalami keguguran berulang,disarankan untuk lebih mewaspadai kesehatan jantungnya karena mereka beresiko tinggi mengalami serangan jantung dalam hidupnya.

Tim peneliti dari Jerman, dalam jurnal Heartmempublikasikan hasil penelitan yang dilakukan terhadap lebih dari 11.500 perempuan berusia 30-60 tahun. Responden yang pernah mengalami serangan jantung dilihat riwayat kehamilannya dan dibandingkan dengan kejadian keguguran pada wanita lainnya.

Hasil penelitian menemukan, satu dari empat responden pernah mengalami keguguran, meski angkanya mungkin lebih besar lagi karena cukup banyak wanita yang sebenarnya mengalami keguguran namun tidak menyadarinya. 

Ketika faktor pencetus serangan jantung diperhitungkan, seperti berat badan, konsumsi alkohol dan merokok, para peneliti menemukan wanita yang pernah keguguran tiga kali atau lebih, beresiko 500 persen lebih tinggi mengalami serangan jantung di kemudian hari. 

Karena itu para ahli dari German Cancer Research Center tersebut menyarankan agar riwayat keguguran ikut dimasukkan dalam catatan medis dan dianggap sebagai indikator penting ketika dokter akan mengetahui risiko seseorang terkena serangan jantung. 

Sementara itu, dari 2.876 perempuan yang mengalami keguguran, terdapat 82 kasus serangan jantung dalam periode 10 tahun. 

Kendati begitu, sebagaian ahli tidak melihat adanya kaitan yang kuat antara serangan jantung dan keguguran. “Ada banyak faktor mengapa seseorang bisa sampai terkena serangan jantung, mengalami keguguran berulang saja tidak bisa meningkatkan risiko tersebut,” kata juru bicara British Heart Foundation.

Apabila ada kasus serangan jantung pada wanita yang pernah keguguran, ia menduga mungkin sebelumnya wanita itu pernah mengalami gangguan pada jantung yang tidak terdeteksi.

Sumber:BBC