Di Indonesia membungkus bayi atau bedong sangat umum dilakukan pada bayi yang baru lahir. Konon dari mitos yang berkembang, bedong ini dilakukan agar kaki si kecil tumbuh lurus atau tidak bengkok. Kain bedong yang digunakan, biasanya adalah kain flanel bersegi empat. Meski tidak sepenuhnya salah, namun membedong bayi sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kaki yang bengkok, melainkan untuk kehangatan dan kenyamanan bayi.

Pada dasarnya, saat baru lahir kaki semua bayi akan terlihat tidak lurus bahkan hampir berbentuk huruf “O”. Kondisi ini merupakan hal yang normal dan terus begitu hingga ia berusia 3 tahun. Memasuki usia tiga tahun, kaki si kecil lambat laun akan terlihat seperti huruf “X”, sampai ia berusia 6 tahun. Barulah di saat ia berusia 6 tahun ke atas, kakinya mulai terlihat lurus.

Mengapa semua bayi yang baru lahir, kakinya tampak sedikit bengkok atau menekuk ke dalam? Secara logis, kondisi tersebut terjadi karena hampir selama kurang lebih 40 minggu si bayi harus meringkuk di dalam rahim ibu yang ruangnya memang sangat terbatas. Setelah beberapa bulan lahir, lama kelamaan kaki si kecil akan kembali normal atau lurus.

Namun bila kaki si kecil mengalami kelainan, seperti panjang sebelah, besar sebelah, lutut tidak sama atau bengkok yang sangat jelas, jangan berpikir akan bisa dinormalkan dengan membedong, karena bedong tidak berpengaruh dengan kondisi kaki si kecil. Segeralah konsultasi dan periksakan ke dokter anak Anda sehingga bisa segera ditangani sedini mungkin.

Menjaga Kesehatan Kaki Bayi

  • Pastikan ketika hamil asupan kalsium dan vitamin D Anda tercukupi.
  • Jangan paksakan bila memang bayi Anda belum waktunya untuk berdiri atau berjalan.
  • Berikan sepatu bayi yang sesuai ukuran kaki dan nyaman dipakai.
  • Lakukan senam bayi. Anda harus mempelajarinya terlebih dahulu agar tidak terjadi cedera. Senam bayi membuat bayi semakin bugar. (bayisehat)