Penyakit yang tidak menular ini bisa dengan mudah mengelabui mata. Gejala awalnya hanya mirip dengan penyakit campak, alergi obat, atau gondok.

Gejala.

Anda perlu waspada jika menemukan gejala-gejala berikut pada balita:

  • Demam mendadak yang bisa mencapai 40ºC, minimal 5 hari naik turun tapi turunnya tidak mencapai suhu normal.
  • Muncul bercak merah dengan berbagai bentuk di badan.
  • Kedua mata kemerahan.
  • Kelainan pada bibir dan rongga mulut, seperti lidah merah, rongga mulut merah, bibir merah dan pecah-pecah.
  • Telapak tangan dan kaki berwarna merah dan bengkak.
  • Pembesaran kelenjar getah bening pada salah satu sisi leher.
  • Kulit jari tangan dan kaki mengelupas (setelah demam turun).

Mungkin saja gejala-gejala tidak semuanya muncul. Pada penderita yang hanya memiliki beberapa gejala saja disebut kawasaki inkomplet. Namun, bukan berarti jika tidak memiliki gejala lengkap, balita memiliki derajat ringan. Dia juga tetap memiliki resiko penyumbatan dan penyempitan di jantung yang sama besar. Itu sebabnya, anak yang bersangkutan perlu menjalani beberapa tes yang akurat, seperti Ekokardiografi (USG jantung), tes darah, EKG (elektrokardiografi), dan sebagainya.

Komplikasi jantung. Hal yang paling ditakuti dari penyakit kawasaki adalah komplikasi penyumbatan dan penyempitan pada arteri koroner (pembulih darah yang mengalirkan darah ke jantung) yang menyebabkan kerusakan pada otot jantung. Sebenarnya, penyakit Kawasaki bisa menyumbat pembuluh darah di seluruh bagian tubuh, seperti tangan, kaki atau ginjal, tetapi biasanya tidak terlalu bermasalah. Namun ketika pembuluh darah jantung yang tersumbat maka bisa menyebabkan kematian.

Pengobatan. Penderita diharuskan mendapatkan perawatan intensif. Antara lain, diberi imunoglobin yang didapat dari plasma donor darah untuk meredakan gejala penyakit kawasaki dan menekan risiko terjadinya kerusakan jantung. Obat diberikan dengan dosis 2 gram/kg berat badan penderita selama 12 jam dengan cara infus. Obat ini memang dikenal sangat mahal, untuk 1 gramnya bisa berkisar satu juta rupiah. Selain itu dokter juga akan memberikan asam asetil salisilat dosis tinggi, sampai 2-3 hari setelah demam reda. Asam asetil salisilat dosis rendah terus dikonsumsi jika ada kelainan koroner.

Semua kasus kawasaki tidak cukup ditangani oleh dokter anak saja tapi juga harus oleh dokter jantung anak, terutama yang sudah berpengalaman menangani kawasaki, mengingat risiko terkena penyakit jantung cukup tinggi (20-30% penderita). (ayahbunda)