Merokok berbahaya bagi kesehatan, sebagian besar perokok sangat menyadari implikasi serius dari merokok terhadap kesehatan. Namun beberapa perokok takut untuk berhenti merokok, karena mereka berpikir jika berhenti merokok, berat badan akan naik, bahkan ada beberapa orang merokok untuk menurunkan berat badan. Kekhawatiran ini tidak memiliki dasar, berhenti merokok mungkin menyebabkan kenaikan berat badan pada beberapa orang, Namun ada cara untuk mengontrolnya.

 

Merokok dapat menghilangkan selera makan Anda. Kebanyakan para perokok kadang kala tidak merasa lapar, bahkan memilih untuk merokok ketika mereka lapar. Studi menunjukkan bahwa ketika nikotin masuk ke dalam tubuh, sebuah pesan dikirim ke otak, bahwa perut sudah penuh atau kenyang. Akibatnya, bila selesai makan para perokok cenderung merokok.

Apa Penyebab Berat Badan Meningkat Setelah Berhenti Merokok?

Menurunnya Tingkat Metabolisme. Merokok meningkatkan laju metabolisme. Bila merokok maka adrenalin meningkat dan menyebabkan hati untuk melepaskan glikogen dan meningkatkan tingkat gula darah. Ketika orang berhenti merokok, tingkat metabolisme menurun secara signifikan, akhirnya pembakaran kalori berkurang dibandingkan ketika merokok. Ketika Anda berhenti merokok, Anda harus menyesuaikan porsi makan anda, jangan samakan porsi makan Anda ketika Anda masih merokok. Butuh beberapa minggu untuk tingkat metabolisme kembali normal.
Peningkatan Kemampuan indra Penciuman dan Pengecap. Ketika orang berhenti merokok, maka indra penciuman dan pengecapnya semakin meningkat, hal ini akan meningkatkan nafsu makan. Makanan menjadi sangat menarik dibandingkan ketika Anda masih merokok.
Makanan sebagai Pengganti Rokok. Ketika seseorang berhenti merokok, mereka mencari sesuatu yang lain untuk dilakukan dengan mulut dan tangan. Kebanyakan memilih cemilan kecil atau snack seperti permen, coklat, dll. Hal ini bisa menambah berat badan.

Bagaimana agar Berat Badan Tidak Naik Setelah Berhenti Merokok?

Berikut ini solusi agar Anda dapat lakukan agar berat badan Anda tidak naik setelah berhenti merokok:

Minum air. Setiap kali Anda ingin makan, minumlah air, dengan begitu perasaan ingin makan tersebut akan hilang. Minum air juga membantu tingkat metabolisme Anda, yang telah melambat akibat dehidrasi. Perasaan ingin makan muncul karena nafsu makanan yang bertambah setelah kita berhenti merokok. Makan hanya ketika Anda benar-benar lapar.
Membuat catatan kecil. Anda bisa mencatat apa saja yang Anda makan dan kapan waktunya, sehingga jika perasaan ingin makan muncul, Anda dapat membedakan mana rasa lapar sebenarnya dengan keinginan tubuh akan nikotin.
Pilih Makanan Sehat. Jika Anda ingin makan, makanlah makanan yang sehat, seperti buah-buahan segar, makanan rendah kalori dan banyak sayuran.

Mulailah Berolahraga. Berolahraga membantu Anda membakar kalori Anda dan meningkatkan metabolisme. Selain itu, olahraga dapat meningkatkan mood Anda. Anda perlu olahraga yang berat-berat, Anda bisa memilih latihan jalan cepata selama 30 menit, ataupun olahraga yang Anda sukai.

Nikmati makanan Anda, jangan makan dengan berlebihan, cobalah makan sepelan mungkin. Mengunyah setiap gigitan dan menikmati rasa. Perasaan kenyang akan lebih cepat muncul bila seseorang tidak makan dengan terburu-buru.
Mengalahkan Stres. Ada banyak cara untuk mengalahkan stres, selain merokok dan makan. Anda dapat berjalan-jalan, mencoba meditasi, yoga, atau hobi lain seperti melukis, bermain alat musik, dll. Mandi air hangat atau berendam di bak untuk beberapa waktu dapat sangat bermanfaat. Curhat dengan teman untuk melepas strees.
Anda harus tahu, bahwa ada jutaan orang yang mencoba untuk berhenti merokok. Bukanlah masalah besar jika Anda bertambah gemuk setelah merokok, dibandingkan jika anda terus merokok dengan efek yang berbahaya. Membuat beberapa perubahan gaya hidup akan membantu Anda menangani masalah berat badan. Berpikir positiflah selalu.