Sejak penisilin ditemukan oleh Alexander Fleming di tahun 1927 dan mulai diperkenalkan pada tahun 1940-an, antibiotik telah menjadi obat andalan untuk mengatasi berbagai penyakit infeksi. Amoksilin, ampisilin, sefaleksin, eritromisin dan penisilin adalah lima jenis antibiotik yang paling banyak digunakan dokter dari sekitar 150 jenis antibiotik yang ada.

Resistensi Antibiotik

Antibiotik adalah obat yang kuat. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan dapat merugikan Anda karena menyebabkan bakteri resisten (kebal).

Bakteri adalah makhluk yang cerdas. Tujuan mereka adalah bertahan hidup dan berkembang biak. Resistensi bakteri terhadap antibiotik dilakukan melalui perubahan (mutasi) DNA bakteri. Bakteri yang telah bermutasi DNA-nya menjadi kebal antibiotik dan mereproduksi jutaan bakteri resisten turunannya hanya dalam waktu sehari.

Resistensi antibiotik merupakan masalah utama yang menjadi keprihatinan semua praktisi kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Bakteri yang resisten membuat obat yang kuat menjadi tidak berguna. Jika Anda sakit karena bakteri yang resisten terhadap antibiotik tertentu, Anda dapat:

  • Memiliki penyakit lebih lama dari yang seharusnya.
  • Lebih sering mengunjungi dokter.
  • Memerlukan rawat inap.
  • Memerlukan resep yang berbeda untuk melawan penyakit. Obat-obatan itu lebih mahal dan mungkin menyebabkan efek samping.
  • Menularkan bakteri resisten kepada anggota keluarga lain dan teman-teman Anda sehingga menyebarkan masalah.

Karena itu, dokter yang bijak biasanya enggan memberikan antibiotik, kecuali memang sangat dibutuhkan. Pada banyak kasus, sistem imun tubuh kita cukup kuat untuk mengatasi infeksi bakteri.

Tips Pemakaian Antibiotik

Berikut adalah tips menggunakan antibiotik agar bakteri tidak menjadi resisten:

  • Jangan menggunakan antibiotik sembarangan. Antibiotik hanya bermanfaat untuk mengobati infeksi bakteri seperti pneumonia dan radang sinus. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus seperti influenza dan pilek tidak sembuh oleh antibiotik. Bagaimana Anda tahu penyakit Anda disebabkan oleh bakteri atau virus? Tanyakan dokter Anda.
  • Gunakan antibiotik sesuai dosis dalam resep dokter dan sampai tuntas. Jangan berhenti minum antibiotik ketika Anda mulai merasa sehat, teruskan sampai obatnya habis. Selalu konsultasikan dengan dokter bila Anda ingin menghentikan pemakaian antibiotik, misalnya karena reaksi alergi.
  • Jangan memakai antibiotik sisa penggunaan sebelumnya. Antibiotik itu mungkin bukan jenis yang tepat untuk penyakit yang saat ini Anda rasakan. Setiap jenis antibiotik memiliki efektivitas berbeda untuk infeksi yang berbeda. Bakteri dapat resisten bila Anda tidak memakai jenis yang tepat. Penggunaan antibiotik yang sama berturut-turut dapat membuat bakteri resisten.
  • Jangan menggunakan antibiotik yang diresepkan untuk orang lain. Antibiotik yang tepat bagi seseorang belum tentu tepat bagi yang lain. Setiap orang memiliki respon berbeda terhadap obat, termasuk antibiotik. (majalahkesehatan)