Sekian bulan berusaha keras menjaga pola makan, menghindari jenis makanan ini dan itu, Anda pun mendapatkan tubuh langsing sesuai impian. Namun ketika Anda ingin makan dengan normal–tidak berlebihan, hanya sebatas normal, berat badan dan bentuk tubuh kembali menggembung di mana-mana.

Seringkali wanita merasa putus asa dengan kenyataan ini. Daripada harus berdiet seumur hidup, seseorang biasanya lebih memilih berhenti diet dengan alasan capek, bosan, dan ‘bakat gemuk’. Ditambah lagi dengan temuan beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa diet yoyo justru lebih merusak daripada tidak berdiet sama sekali. Anda pun semakin yakin lebih baik tidak berdiet daripada mengalami diet yoyo, yaitu sebentar langsing sebentar gemuk.

Beberapa waktu lalu, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa naik-turun berat badan dalam waktu singkat bisa menyebabkan stroke, diabetes, merusak imun dan juga memicu penyakit jantung. Mungkin Anda menyesali keputusan berhenti diet ini beberapa waktu kemudian dan merasa kesal dengan tubuh yang tidak mau diajak kompromi, namun Anda boleh tidak cemas sekarang. Penelitian terbaru menemukan bahwa orang dengan diet yoyo akan lebih baik kondisi tubuhnya ketimbang mereka yang sama sekali tidak berdiet.

Seperti diberitakan di dailymail, penelitian dilakukan menggunakan tikus percobaan, yang diberi perlakuan makanan tinggi lemak dan rendah lemak. Sebagian diberi makanan tinggi/rendah lemak secara terus menerus, sementara yang lainnya diberi makanan tinggi dan rendah lemak secara bergantian sebagai padanan dari diet yoyo.

Hasilnya, tikus dengan diet yoyo bisa hidup 25 persen lebih lama dari tikus yang tidak diet, dan bisa memiliki masa hidup yang hampir sama dengan tikus yang diberi makan rendah lemak terus-menerus. Tikus dengan diet yoyo rata-rata hidup selama 2,04 tahun, sementara tikus dengan asupan rendah lemak bisa hidup selama 2,09 tahun. Untuk tikus yang tidak berdiet dan diberi asupan tinggi lemak, hidupnya hanya 1,5 tahun.

Hasil positif lainnya, tikus dengan diet yoyo ini memiliki kadar glukosa darah yang lebih baik dan juga memiliki tingkat kerusakan daya tahan tubuh yang lebih kecil daripada tikus yang tidak diet. Kerusakan daya tahan tubuh ini yang menyebabkan diabetes, penyakit jantung dan kanker. Kesehatan tikus diet yoyo memang menurun ketika diberi makanan tinggi lemak, namun berat dan gula darah mereka kembali normal ketika asupan tinggi lemak dihentikan. Hasil penelitian ini dipresentasikan di Endocrine Society in Boston, Massachusetts oleh Dr Edward List dari Ohio University selaku kepala penelitian ini. (kapanlagi)