Otoritas Kesehatan Hongkong telah mengumumkan terjadi peningkatan kasus penyakit scarlet fever (demam scarlet) di negaranya. Jumlah kasus mencapai 615 kasus dengan 2 kematian yaitu pada anak perempuan berumur 7 tahun dan anak laki-laki berumur 5 tahun. Jumlah ini masih terus bertambah. Beberapa hari terakhir  tercatat tambahan 40 kasus baru. Dari data yang ada 93 % kasus adalah anak-anak usia dibawah 10 tahun.

Demikian penjelasan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE mengenai munculnya scarlet fever (demam scarlet) di Hongkong.

Menurut Prof. Tjandra otoritas kesehatan setempat menyatakan pada tahun ini kasus serupa ditemukan di Macau (49 kasus) dan di daratan China mencapai lebih dari 9.000 kasus. Sejauh ini penyakit ini hanya terlokalisir di Hongkong dan sekitarnya, belum ada laporan peningkatan kasus serupa di negara lain. Kementerian Kesehatan terus memantau situasi yang ada bekerjasama dengan WHO.

Penyakit scarlet fever atau penyakit scarlatina disebabkan oleh bakteri group A Streptococcus dan dapat menjadi berat karena toksin yang dikeluarkannya. Penyakit ini banyak menyerang terutama pada anak-anak. Pada dasarnya penyakit ini dapat menular langsung seperti kontak langsung dengan penderita, terutama melalui cairan di mulut dan hidung. Selain itu penularan dapat terjadi melalui penggunaan alat makan/minum bersama-sama dengan orang yang sakit.

Gejala penyakit demam scarlet diawali munculnya benjolan kecil berwarna merah di sekitar dada dan perut kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Tanda lain adalah muncul warna kemerahan di sekitar lipatan siku, ketiak dan daerah selangkangan; kulit di ujung kaki dan tangan akan mengelupas setelah 2-7 hari kemudian; demam; pucat di sekitar bibir, dan sakit pada tenggorokan disertai adanya bercak putih atau kekuningan. Selain itu ada lapisan keputihan pada permukaan lidah, kadang disertai munculnya benjolan pada lidah yang tampak seperti stroberi. Bila ada anggota keluarga yang mengalami gejala seperti ini, dianjurkan untuk memeriksakan kepada petugas kesehatan di layanan kesehatan terdekat.

Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan sabun, mencuci peralatan makanan, tidak meludah, bersin atau batuk sembarangan, sebaiknya bila batuk/bersin dilakukan dengan menutup mulut dan atau hidung. Sementara pengobatan dapat menggunakan antibiotika.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail, info@depkes.go.idkontak@depkes.go.id.