Selain menjalankan kewajiban yang harus ditunaikan umat Muslim di bulan Ramadan, puasa juga memberikan banyak manfaat kesehatan. Saat berpuasa memberikan tubuh kesempatan untuk melakukan detoksifikasi (membersihkan tubuh).

Detoksifikasi adalah proses normal tubuh untuk mengeliminasi atau menetralkan racun yang dihasilkan dari fungsi biokimia melalui usus, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening, dan kulit.

Puasa dapat menjalankan proses ini karena ketika makanan tidak lagi memasuki tubuh, yang terakhir diubah menjadi energi adalah cadangan lemak.

Ketika cadangan lemak digunakan untuk energi selama berpuasa, mereka melepaskan bahan-bahan kimia yang disimpan dari asam lemak ke dalam sistem dan kemudian dieliminasi melalui organ-organ yang disebutkan di atas, seperti dilansir Pureinsideout.

Manfaat lain dari puasa adalah memicu proses penyembuhan. Selama berpuasa, energi dialihkan dari sistem pencernaan, karena tidak ada makanan untuk memobilisasi terhadap metabolisme dan sistem kekebalan tubuh.

Inilah salah satu alasan mengapa hewan berhenti makan ketika terluka dan alasan mengapa manusia merasa tidak lapar ketika sedang sakit.

Puasa juga memicu penurunan berat badan dengan cepat. Setelah berada dalam mode puasa, tubuh menjadi terbiasa untuk bekerja tanpa makanan setelah beberapa hari.

Setelah berpuasa, perut sebenarnya menyusut dan dikembalikan ke ukuran normal. Orang-orang cenderung puas dengan sedikit makanan setelah berpuasa, sebagai sinyal terakhir untuk tubuh bahwa Anda telah mengubah cara makan.

Tapi hati-hati makan berlebihan setelah berpuasa, terutama jika Anda membuat tubuh lapar secara ekstrem. Hal ini bisa mengalahkan seluruh tujuan puasa dan juga manfaat yang seharusnya Anda dapatkan. (detik)