Pregnancy
   Pada usia kehamilan 8-9 mgg, plasenta menjadi sumber utama dari hormon estrogen dan progesteron
   Plasenta juga memproduksi hCG, HPL (Human Placental Lactogen) dan hampir semua hypothalamic-releasing hormones.
   hCG dapat dideteksi dalam sirkulasi maternal kira-kira 10 hari setelah ovulasi.
   Kadar hCG meningkat dan mencapai puncak pada usia kehamilan 10-12 mgg.
   hCG mencegah involusi dari corpus luteum, juga dapat menstimulasi tiroid maternal yang dapat mengakibatkan hiperemesis gravidarum.
   hCG juga diproduksi dalam jumlah besar tumor plasenta, sehingga dapat digunakan sebagai suatu marker dari respon terapi.
   Dalam kehamilan progesteron berfungsi untuk mempertahankan myometrium dalam keadaan relaksasi. Pentingnya hal ini dapat dilihat di mana pada pemberian antagonis dari progesteron dapat mengakibatkan induksi keguguran pada kehamilan muda dan proses persalinan pada kehamilan tua.
   Selain itu progesteron juga menghambat otot polos yang lain seperti saluran pencernaan dan saluran kemih.
   Progesteron dapat meningkatkan selera makan, penyimpanan lemak dan pusat respirasi.
   Sedangkan peran dari 3 estrogen dominan yaitu estron (E1), estradiol (E2), dan estriol (E3) masih kurang jelas.
   Estrogen mungkin meningkatkan aliran darah ke uterus, pertumbuhan myometrium, menstimulasi pertumbuhan buah dada dan saat usia kehamilan aterm akan mematangkan cervix serta memunculkan reseptor oksitosin dari myometrium.
   HPL adalah anggota dari kelompok GH-Prolaktin. Fungsinya antagonis dari efek insulin sehingga meningkatkan lipolisis, mengurangi pemakaian glukosa serta meningkatkan transfer asam amino melewati plasenta.
   Efek ini mungkin untuk meningkatkan suplai nutrisi bagi janin.
   Kadar prolaktin meningkat selama kehamilan mungkin karena sumber dari pituitari sekaligus desidua. Fungsinya untuk perkembangan payudara, regulasi metabolisme lemak dan juga mempengaruhi supresi imun maternal.


Biokimia Persalinan
   Selama kehamilan uterus mengembang menyesuaikan pertumbuhan fetus dan plasenta, tanpa peningkatan kontraktilitas, sedang cervix tetap kuat dan tertutup.
   Selama kehamilan terdapat 2 mcm faktor :
    – faktor2 ‘pro pregnancy ‘ : menghambat  kontraktilitas myometrium dan mendukung hipertrofi myometrium                sampai mendekati usia aterm
    faktor2 ‘ pro labour ‘ : remodeling cervix, menjadi lunak dandilatasi, serta    stimulasi uterus untuk kontraksi.
   Persalinan adalah suatu hasil aktivasi dari ‘contraction-associated protein(CAPs)’ yang mengubah myometrium yang pasif menjadi kontraksi.
   Yang termasuk protein2 tsb adalah protein gap junction, reseptor oksitosin dan prostaglandin, enzim untuk sintesis prostaglandin atau sitokin, juga komponen dari mekanisme cell-signalling.
   Selain itu juga terjadi aktivasi faktor di selaput ketuban yang memicu produksi prostaglandin dan sitokin serta faktor2 yang ada di cervix yang memicu remodeling dan pematangan.
   Kehamilan dibagi menjadi 4 fase :
1.        phase 0 /Quiescence/prelude to parturition.
2.        phase 1/activation/ preparation for labor.
3.        phase 2/stimulation/ proses of labor
4.        phase 3/involution/parturition recovery.
    1. Trimester pertama dan kedua, didominasi pro-pregnancy factors Periode pertumbuhan dan keadaan pasif myometrium.
    2. Awal dan pertengahan trimester ketiga, juga fase pasif myometrium tapi terjadi persiapan persalinan dengan up-regulation ‘ dari myometrium, cervix             dan selaput ketuban yang diperlukan untuk proses persalinan.
    3. Fase persalinan itu sendiri dengan karakter reaksi inflamasi. Hambatankontraksi myometrium dari ‘ pro-pregnancy factors ‘ hilang, terjadi kontraksi spontan uterus yang diperkuat senyawa oksitosik spt prostaglandin dan oksitosin sendiri.
    4. Menggambarkan keadaan jaringan intra uterin setelah proses persalinan.
   Progesteron merupakan ‘Pro-pregnancy factors’ yang utama. Dengan efek regulasi negatif terhadap ‘contraction-associated protein’ , menurunkan sensitifitas uterus terhadap oksitosin.
   Tidak ada bukti jelas adanya withdrawal dari progesteron selama proses persalinan pada manusia maupun primata.
   Inhibisi terhadap progesteron, menggunakan mifipristone (RU486) mengakibatkan pembukaan cervix dan peningkatan kontraktilitas myometrium.
   Hipotesa alternatif adalah penurunan kadar progesteron yang aktif, yaitu yang bebas, sehingga withdrawal dari progesteron merupakan kejadian lokal pada selaput ketuban atau perubahan ekspresi dari reseptor progesteron tipe 1 ke tipe 2 pada uterus menjelang proses persalinan.
   Juga mungkin terjadinya withdrawal progesteron akibat dari kompetisi antara progesteron dan cortisol yang kadarnya meningkat menjelang persalinan untuk menempati reseptor yang sama.
   Pada beberapa spesies, misalnya kelinci, sintesa dari nitrit oxide di endometrium juga menenangkan uterus dan terjadi withdrawal yang tiba2 sesaat sebelum proses persalinan. Hal ini tidak ditemukan di primata.
Placental clock
   Waktu dari persalinan kemungkinan dikontrol oleh peningkatan dari pelepasan corticotrophin-releasing hormone (CRH) yang diproduksi plasenta dan estrogen maupun kombinasi keduanya.
   CRH berfungsi untuk meningkatkan sintesa prostaglandin dan juga mungkin secara langsung mempengaruhi kontraktilitas myometrium.
   Meskipun konsentrasi estrogen maternal tidak meningkat secara akut pada saat akan melahirkan, terjadi peningkatan estriol dan estradiol secara bertahap selama trimester ketiga dan mencapai puncak pada usia 38 mgg. Estradiol melakukan up-regulation terhadap reseptor oksitosin dan sintesa oksitosin dalam uterus.
Persalinan : sebuah reaksi inflamasi
   Persalinan dihubungkan dengan peningkatan sintesa prostaglandin dalam uterus, terutama di selaput ketuban.
   Prostaglandin membantu pematangan cervix dan menstimulasi kontraksi uterus.
   Prostaglandin juga secara tidak langsung meningkatkan kontraksi myometrium yang dominan di fundus.
   Saat kehamilan sudah aterm, mendekati persalinan, kolagen pada cervix berubah, terjadi kolagenolisis. Terdapat akumulasi neutrofil yang melepaskan kolagenase di cervix.
   Pematangan cervix menyerupai suatu reaksi inflamasi
Rangkuman hipotesis persalinan pada manusia.
   Pada fase pertama, uterus berada di bawah represi kuat dari progesteron.
   Pada fase kedua, peningkatan kadar estrogen dan CRH mengaktivasi protein seperti reseptor permukaan sel dan gap junction yang dibutuhkan pada proses persalinan.
   Persalinan terjadi karena kenaikan yang cepat dari sintesa mediator2 inflamasi dan influx dari sel2 inflamasi yang mengakibatkan pematangan cervix dan kontraksi uterus.