Penis bukanlah otot

Dr Emmanuel Zinski, mengatakan, seperti dikutip dari Yahoo UK, “penis bukanlah otot yang bisa dilatih dengan olahraga macam apapun. Tidak ada juga alat yang bisa membuatnya lebih panjang atau lebih kuat.” Semua ahli telah menyetujui hal tersebut dan berusaha untuk menunjukkan lewat penelitian bahwa iklan yang selama ini menggembor-gemborkan janji memperpanjang penis adalah sebuah janji semata.

Bahkan, belakangan ini iklan-iklan yang muncul di internet sehubungan dengan iklan Mr. P tersebut, menambahkan informasi bahwa iklan tersebut tidak didukung oleh pembuktian secara medis dan semua resiko ditanggung oleh pembaca yang mencoba produk setelah melihat iklan.

Penis Extension lewat operasi

Operasi untuk memperpanjang penis memang ada di dunia medis. Namun, para ahli menyarankan hal itu dilakukan tak lebih dari 5 cm.

Sayangnya, kebanyakan pasien ingin memperpanjang penisnya lebih dari 5 cm. Hasilnya? Operasi tak selalu berjalan mulus dan sesuai dengan keinginan pasien. Bahkan, ada pasien yang pernah mengajukan komplain, penisnya tidak cukup besar saat ereksi. Ukurannya sama dengan saat tidak ereksi.

Ada pula operasi yang dilakukan dengan menyuntikkan cairan lemak agar penis lebih berisi. Dokter pun sempat mengingatkan, bahwa hal tersebut tidak akan bertahan lama. Lemak dapat menyusut seiring dengan kegiatan seseorang, sehingga pasien seringkali kecewa saat ‘ukurannya’ kembali seperti semula.

Resiko ditanggung sendiri

Tak ada yang memberikan jaminan atas pemakaian obat atau operasi memperpanjang Mr. P ini. Resiko kecelakaan atau ketidakberhasilan, akan kembali ditanggung oleh pasien.

Untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, sangat dianjurkan agar pria lebih mencoba berbagai teknik dan posisi. (kapanlagi)