Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya Ketakutan. Setiap orang memiliki respon yang berbeda-beda terhadap ketakukan dan ternyata, ketakutan memiliki efek terhadap tubuh kita. Artikel ini akan mencoba memberikan iformasi tentang bagaimana tubuh manusia merespon rasa takut.

Bagaimana keadaan tubuh ketika ketakutan? Secara umum hal yang sering terjadi ketika kita ketakutan adalah jantung berdebar, keringat dingin, mengepalkan tangan dan merapatkan gigi, perubahan gerakan mata dan ekspresi wajah, dan pikiran menjadi kacau. Semua efek ini biasanya kita alami ketika kita merasakan takut atau adanya hal berbahaya. Ketakutan adalah salah satu emosi negatif dan digambarkan sebagai mekanisme bertahan hidup yang digunakan oleh tubuh ketika merasakan ancaman. Lalu bagaimana dengan fobia? Fobia berbeda dengan rasa takut, Fobia adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak realistis pada sesuatu.
Menurut penelitian, takut laba-laba, kecoa, ketinggian, air, ruang tertutup, jarum, terowongan, dan berbicara di depan umum adalah beberapa jenis ketakutan yang sering umumnya terjadi di masyarakat. Melihat pada Penelitian John B. Watson yaitu ‘little Albert experiment’, mengungkapkan bahwa ketakutan dapat dikondisikan ke dalam pikiran seseorang melalui pengeksposan peristiwa yang berulang-ulang. Hal ini juga dapat terjadi ketika seseorang melihat sesuatu yang berbahaya dari suatu peristiwa yang terjadi pada orang lain dan mengetahui bahwa ia harus melalui pengalaman yang serupa. Orang juga akan mengalami ketakutan akan hal tertentu atau peristiwa. Misalnya, jika seseorang selamat dari jatuh dari pohon, dan terluka parah, kemungkinan ia akan takut ketinggian di masa depan. Beberapa dari kita memiliki rasa takut bawaan akan hal-hal tertentu. Tahukah Anda? Ketakutan juga dikategorikan, kasus ketakutan yang parah menjadi paranoia, yang diklasifikasikan sebagai gangguan psikologis dan juga dapat mempengaruhi perilaku orang tersebut. Gejala-gejala paranoia setiap orang berbeda-beda, gejala utama menjadi delusi.
Otak mengendalikan struktur eksistensi manusia. Amigdala, yang terletak di lobus temporal otak, adalah elemen penting dari otak yang mengontrol proses emosi negatif. Perubahan yang cepat dapat diamati dalam struktur ini ketika tubuh merasa ketakutan. Ada juga struktur otak yang lain yang menunjukkan respon bila terkena rasa takut. Respons rasa takut yang ditunjukkan oleh tubuh dikendalikan oleh struktur lain yang disebut sistem saraf otonom. Perubahan-perubahan dalam amigdala dan struktur otak lainnya berpengaruh pada tubuh melalui tanda-tanda umum ketakutan, seperti bulu kuduk berdiri, kecepatan denyut jantung meningkat, berkeringat, tekanan darah tinggi, insomnia, kesulitan dalam pencernaan, peningkatan frekuensi buang air kecil. Ketakutan dan hidup di bawah stres juga membuat tubuh lebih gampang diserang penyakit.
Intinya, Ketakutan berpengaruh pada tubuh, Ketakutan harus kita lawan. Ketakutan memang hal yang wajar, tetapi jangan biarkan itu mempengaruhi pikiran anda. Cukup sulit untuk mengatasi kasus-kasus ekstrim ketakutan atau yang mengalami fobia. Tetapi mengatasi fobia bukanlah hal yang mustahil. Menyejukan pikiran, meditasi dan konseling adalah beberapa cara terbaik untuk mengatasi ketakutan dan fobia apapun.