Penelitian di Amerika menunjukkan wanita hamil yang berpuasa berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Apakah memang ibu hamil tidak boleh berpuasa?
Sebuah penelitian dilakukan oleh Universita Columbia, Amerika Serikat pada ibu hamil yang tengah berpuasa. Seperti dikutip BBC, penelitian tersebut mengambil data sensus dari Amerika, Irak dan Uganda.
Dari penelitian itu terungkap, wanita hamil yang berpuasa berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Bayi tersebut juga berisiko memiliki masalah belajar di usia dewasa.
Kasus tersebut, menurut para peneliti, terjadi jika si ibu berpuasa di awal kehamilan. Hal yang sama juga dialami ibu yang waktu berpuasanya sangat panjang (di musim panas).
Benarkah puasa berbahaya bagi bayi?
Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM mengatakan wanita hamil sebenarnya aman untuk berpuasa saat kehamilan sudah memasuki trimester kedua atau sekitar bulan keempat sampai awal-awal bulan ketujuh atau kedelapan.
Sedangkan pada trimester pertama sangat rawan, karena menurut Dr Ari, pada masa trimester pertama, ibu hamil biasanya akan mengalami morning sickness berupa mual atau muntah. Saat itu terjadi perubahan selera makan dan berat badan yang tidak disadari.
Dalam kondisi ini, ibu hamil biasanya akan kehilangan nafsu makan atau makan dengan porsi lebih sedikit dari biasanya. Hal ini akan berakibat buruk bagi ibu dan janin bila tetap memaksakan berpuasa.
“Sedangkan pada trimester ketiga, ditakutkan ibu hamil sewaktu-waktu mengalami persalinan. Kalau dia puasa, maka tenaganya kurang untuk melahirkan,” lanjut dokter sekaligus Ketua Bidang Advokasi PB PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), seperti dikutip dari detikHealth.
Oleh karena itu, ibu hamil yang berpuasa harus memperhatikan asupan gizinya. Asupan gizi dan kalori harus tetap sama dengan kondisi normal atau pada saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50 persen karbohidrat, 30 persen protein dan 10-20 persen lemak. Ibu hamil juga harus mempertimbangkan usia kandungannya saat menjalankan ibadah puasa.