Proses persalinan seringkali membuat para calon ibu khawatir menghadapinya. Untuk menghindari rasa sakit melahirkan lewat proses normal, banyak yang kemudian memilih persalinan caesar.
Sebuah penelitian terbaru mengungkap, ibu yang melahirkan melalui operasi caesar lebih mungkin mengalami trauma yang dapat menyebabkan depresi ketimbang ibu yang melahirkan lewat proses normal. 
Para peneliti Taiwan menyatakan, kemungkinan depresi timbul karena proses pemulihan paska caesar lebih lama dibandingkan melahirkan secara normal. Depresi ini juga timbul karena merasa gagal tidak bisa melahirkan secara alami.
Penelitian dilakukan peneliti Universitas Nasional Yang-Ming Taiwan terhadap lebih dari 10.000 ibu melahirkan.  Hasilnya, wanita yang melahirkan alamiah sepertiga lebih sedikit kemungkinannya mengalami depresi pasca-melahirkan.
Riset yang sama juga menemukan bahwa kelompok wanita yang melakukan persalinan caesar, 48 persen lebih mungkin mengalami depresi jika mereka merencanakannya, bukan prosedur darurat.
Menurut National Childbirth Trust, satu dari empat bayi lahir di Inggris dengan prosedur caesar. Jumlah ini naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan awal tahun 1990-an.  
Dari data kesehatan Inggris, satu dari sepuluh ibu melahirkan melalui caesar yang direncanakan, biasanya karena alasan kesehatan. Tapi, sekitar tujuh persen dilakukan atas permintaan pasien. Sering kali karena mereka takut melahirkan secara alami, memiliki trauma melahirkan sebelumnya atau ingin merasa nyaman karena persalinan telah dijadwalkan sebelumnya.