Sebuah studi terbaru menghasilkan kesimpulan bahwa perawatan kesuburan berbasis kacang kedelai cukup efektif. Selain dapat mengurangi keguguran, terapi ini juga mampu meningkatkan potensi kehamilan hingga enam kali lipat.
Wanita yang gagal dalam program pembuahan bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF), memiliki potensi keberhasilan sebesar 50 persen berkat diet kedelai. Hanya satu dari 10 orang yang dapat meningkatkan kesuburan menggunakan prosedur tradisional.
Para dokter di belakang penelitian percaya bahwa cairan intralipid, senyawa lemak dan kaya kalori yang terkandung dalam minyak kedelai membantu banyak wanita yang ingin memiliki anak.
George Ndukwe, pakar dari klinik kesuburan di Nottingham, mengatakan, wanita yang keguguran berulang terutama yang menjalani proses IVF, mengalami penderitaan lebih dalam. Belum lagi biaya IVF yang mencapai £2 ribu atau setara Rp28 juta tidak menjamin keberhasilan. Sementara intralipid, disebut sebagai pilihan alami yang jauh lebih murah.
Dr Ndukwe menemukan, satu dari empat wanita yang berjuang untuk hamil memiliki sistem kekebalan tubuh rendah. “Tingkat sel darah putih yang tinggi akan ‘memerangi’ kehamilan dengan memicu produksi bahan kimia yang menyerang plasenta atau embrio,” katanya seperti dikutip dari Daily Mail. 
Terapi intralipid, yang diberikan sekitar seminggu sebelum wanita menjalani proses IVF tak hanya lebih murah, tapi juga efektif meningkatkan peluang kehamilan.