Ada cara sederhana bagi orang tua yang ingin melahirkan bayi cerdas yakni pastikan jarak kelahiran antara dua anak tidak kurang dari dua tahun. Peneliti menemukan bahwa jarak dua tahun dapat mengoptimalkan kekuatan otak anak-anak.
Efek ini paling kuat ditemui pada anak pertama dan anak kedua, namun efeknya juga terlihat di antara saudara-saudara dalam sebuah keluarga besar.
Teori ini berasal dari Kasey Buckles, ekonom yang anak-anaknya memiliki selisih umur lebih dari dua tahun. Dia mengatakan bahwa perbedaan prestasi akademik dapat diakibatkan waktu dan sumber daya yang dimiliki orang tua sebelum kelahiran anak berikutnya.
Untuk mencapai kesimpulan ini, Buckles dan rekannya melihat data dari sekitar 3.000 ibu yang melahirkan 5.000 pasang saudara. Anak-anak diberi tes prestasi kemampuan membaca dan matematika pada usia 5 dan 7 tahun.
Buckles menemukan bahwa menambah jarak kelahiran satu tahun akan meningkatkan skor membaca sang kakak. Rata-rata anak dalam penelitian ini mampu membaca 22 dari 84 kata-kata. Saudara kandung yang lebih tua bisa membaca 24 kata.
Sebanyak 300 orang Ibu telah mengalamin keguguran sehingga jarak kelahiran antara dua anaknya semakin lebar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang lebih tua dari ibu yang pernah mengalami keguguran mendapat skor tes yang lebih bagus daripada 2.700 orang ibu yang tidak terganggu jarak kelahiran anaknya akibat keguguran.
“Ini adalah pertama kalinya ditemukan manfaat sebab akibat dengan menambah jarak kelahiran antara saudara kandung,” kata Kasey Buckles, asisten profesor ekonomi di University of Notre Dame, yang memimpin penelitian.
Penelitian yang dimuat dalam Journal of Human Resources ini juga menunjukkan bahwa jarak kelahiran dua tahun juga bermanfaat untuk keluarga yang besar.
Menurut Buckles, ketika jarak kelahiran anak kurang dari dua tahun, anak yang lebih tua kehilangan waktu dan perhatian dari orangtua.
“Jarak kelahiran dua tahun ini penting karena tahun-tahun awal adalah yang paling penting dalam perkembangan anak. Membagi waktu dan perhatian ketika anak masih berusia satu tahun lebih berbahaya daripada ketika anak sudah di sekolah,” kata Buckles seperti dilansir Daily Mail, Selasa (29/11/2011).
Efek ini lebih terasa pada keluarga dengan pendapatan yang rendah, sebab keluarga dengan uang yang lebih banyak bisa mencari cara lain untuk berkompromi dalam pengasuhan anak karena kurangnya waktu yang dimiliki