Kehamilan kembar :
Kehamilan di mana terdapat dua atau lebih embrio (janin) sekaligus

Insiden terjadinya Kejadian kembar spontan =  1 dari 90 kehamilan, dan Kejadian meningkat akibat teknologi reproduksi

Jenis kehamilan kembar :
Kembar monozigotik
= identik, homolog, uniovuler ,Terjadi dari pembelahan 1 telur yang dibuahi pada berbagai stadium selama embriogenesis
Kembar monozygotik terjadi pada 2.3 – 4 per 1000 kehamilan pada semua jenis suku bangsa, 30% dari semua jenis kehamilan kembar.

Kembar dizigotik
= heterolog, binovuler, fraternal
Muncul dari 2 telur yang dibuahi karena itu selalu punya 2 amnion dan 2 korion.
Plasenta dapat terpisah atau tergabung.  Jenis kelamin dapat berbeda.

Faktor yang berpengaruh pada kehamilan kembar dizigotik :
-Bangsa : Negro >> kulit putih
-Hereditas
-Umur : makin tinggi umur ibu, frek >>, tetapi Setelah usia 40 thn, frekuensi akan turun kembali
-Paritas ibu : pada primipara kemungkinan >>
-Obat (klomid) & hormon yg merangsang ovulasi
-Fertilisasi in vitro

Diagnosis kehamilan kembar :
Dx tidak pasti :
-Hidramnion
-Besarnya uterus melebihi lama amenorrhea
-Tinggi fundus uteri lebih besar dari usia kehamilan
-Pertambahan BB ibu yang mencolok (bukan karena edem/obese)
-Banyak bagian kecil yang teraba
-Teraba >2 bagian besar janin
-Teraba 2 balottement

Dx pasti :
-Teraba 2 kepala, 2 bokong, dan 1 atau 2 punggung
-Terdengar 2 djj yg letaknya berjauhan dgn perbedaan kecepatan ± 10 denyut/min
-Sonogram pd trimester 1
-Rontgen abdomen

DD kehamilan kembar :
Hidramnion
Kehamilan dgn myoma uteri atau kistoma ovarii

Penanganan antepartum
Tahapan :
Pada awal Trimester 2, px diperiksa tiap minggu untuk menilai adanya dilatasi dini cervix
Pemeriksaan edema, protein dalam urine dan tekanan darah
Peningkatan nutrisi t.u. kalori, besi, vit, folat
Kenaikan BB ibu harus 16 – 20 kg
Sonografi rutin tiap bulan, mulai mgg-24 u/ mencegah IUGR

Penanganan intrapartum
Bila persalinan < 35 mgg :
Obat tokolitik u/ menahan persalinan
Penilaian kematangan paru janin  pemberian glukokortikoid pada ibu

PENATALAKSANAAN PERSALINAN
Posisi janin pertama harus ditentukan saat masuk kamar bersalin.
Bila janin pertama letak lintang atau letak sungsang maka persalinan diakhiri dengan seksio sesar.
Bila janin pertama letak kepala, dapat dipertimbangkan persalinan pervaginam.
Bila janin pertama letak sungsang dan janin letak kepala, dikhawatirkan terjadi interlocking sehingga persalinan anak pertama mengalami “after coming head”
Setelah janin pertama lahir, biasanya kontraksi uterus menghilang atau berkurang sehingga tidak jarang bahwa kontraksi uterus perlu diperkuat dengan pemberian oksitosin infuse setelah dipastikan anak ke II dapat lahir pervaginam.