Banyak orangtua harus berjuang keras membujuk anak mereka agar mau makan sayuran. Padahal, solusinya sederhana, mulailah memperkenalkan rasa sayuran pada janin saat di kandungan.
Bayi sebenarnya sudah bisa mengenali rasa makanan sejak berada di dalam kandungan karena apa yang dimakan ibu akan sampai pada janinnya. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya rajin mengonsumsi sayur-mayur dan buah agar setelah bayi dilahirkan, ia menjadi terbiasa.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa rasa makanan dapat dikenalkan oleh ibu kepada bayi di dalam janin melalui cairan ketuban.
“Rasa seperti vanili, wortel, bawang putih, adas, dan mint adalah beberapa rasa yang telah terbukti dapat dikirim lewat cairan ketuban atau ASI,” kata Julie Mennella, peneliti dari Monella Chemical Senses Center.
Untuk menguji teori ini, peneliti memberikan bawang putih dan gula dalam bentuk kapsul kepada ibu hamil sebelum mengambil sampel cairan ketuban mereka. Setelah itu, peneliti meminta sejumlah orang untuk mencium bau dari sampel ketuban tersebut.
“Mereka bisa memilih sampel dengan mudah dari wanita yang mengonsumsi bawang putih,” kata Mennella.
Penelitian ini menunjukkan, bayi yang belum lahir bisa merasakan hal yang serupa karena 90 persen dari apa yang kita rasakan datang dari indra penciuman.
Lebih lanjut, peneliti mengamati wanita hamil yang dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengetahui apakah bayi bisa mengingat rasa sebuah makanan.
Pada kelompok pertama, ibu hamil diminta untuk minum jus wortel setiap hari selama masa kehamilan. Adapun kelompok kedua diminta untuk minum jus wortel selama menyusui dan kelompok ketiga tidak mengonsumsi jus wortel sama sekali.
Setelah itu, ketika anak mulai mengonsumsi makanan padat, peneliti memberi mereka makanan sereal yang terbuat dari jus wortel. Hasilnya, kelompok bayi yang mendapatkan asupan wortel saat masih di janin makan lebih banyak sereal rasa wortel.
Sementara itu, Linda Bartoshuk, peneliti asal Universitas Florida, mengatakan, penelitian yang dilakukan Mennella bisa memiliki implikasi yang luas bagi kesehatan anak-anak.
“Sampai sejauh mana kita bisa membuat bayi makan makanan yang sehat dengan memperkenalkan semua rasa yang tepat, seperti brokoli, wortel, dan kacang. Bisakah kita melakukan hal itu? Dugaan saya adalah kita bisa,” katanya