Coventry, Inggris, Dua kali mengalami keguguran membuat seorang wanita merasa sangat khawatir di kehamilan ketiganya. Agar tak mengalami kondisi serupa, wanita itu pun menjalani solusi radikal yang disarankan dokter, yakni tidur dengan ranjang miring selama 10 minggu.
Dokter lagi-lagi memperingatkan Donna Kelly (29 tahun) bahwa kehamilannya yang baru berusia 5 bulan berisiko tinggi mengalami keguguran. Dokter pun menyarakan solusi radikal yaitu meminta Donna untuk tidur dengan ranjang miring di rumah sakit selama 10 minggu. 
Scan USG menunjukkan terdapat kerusakan pada leher rahim (serviks) Donna, yang membuat bayinya turun terlalu ke bawah di dalam kandungan. Untuk mengubah gaya gravitasi pada leher rahim, Donna pun diminta berbaring di tempat tidur yang dimiringkan 45 derajat dengan posisi kaki mengarah ke atas.
Donna harus makan, membaca dan menonton televisi di atas tempat tidur University Hospital di Coventry, Inggris. Ia hanya diperbolehkan beranjak dari tempat tidur bila ingin ke toilet.
“Saya terkejut ketika dokter menyuruhku berbaring di tempat tidur miring, tetapi saya siap mencoba sesuatu agar tak keguguran lagi. Itu membuat saya sakit pada awalnya, tapi setelah beberapa hari tubuh saya mulai menyesuaikan dan terbiasa,” jelas Donna Kelly, yang keluar dari pekerjaannya sebagai perawat ginekologi, seperti dilansir Dailymail, 
Dokter mengatakan kelahiran secara alami putra pertamanya Joshua mungkin telah membuat leher rahim Donna melemah secara permanen. Ini akhirnya menyebabkan ia dua kali mengalami keguguran pada Januari 2009 saat kehamilan 23 minggu dan lagi pada Mei 2010 pada kehamilan 19 minggu.
Donna sudah diberi krim mengandung hormon progesteron untuk membantu memperkuat leher rahim dan mencegah infeksi. Ia juga sudah menjalani jahitan serviks pada kehamilan 14 minggu untuk memperkuat leher rahim, tetapi pada minggu ke-23 jahitan leher rahim kembali terbuka.
“Satu-satunya kesempatan untuk mencegah keguguran lain adalah dengan mengurangi tekanan pada leher rahim Donna dengan membuat kepalanya berada di bawah,” jelas Profesor Siobhan Quenby, seorang ahli dalam keguguran berulang.
Menurut Prof Quenby, beberapa penyebab kelemahan leher rahim antara lain kerusakan dari kelahiran sebelumnya dan keguguran, tes pap smear dan pengobatan untuk pra sel kanker.
“Kelemahan serviks Donna lebih buruk dari biasanya. Ini yang paling lemah yang pernah saya tangani. Konsep menempatkan wanita di ranjang ini adalah teori fisik yang relatif sederhana. Ini mungkin terdengar aneh tapi sangat efektif,” jelas Prof Quenby.
Donna akhirnya berhasil melahirkan seorang putri sehat dan cantik yang diberi nama Amelia dengan berat 2,24 kg melalui operasi caesar darurat pada Agustus 2011 setelah air ketubannya pecah 6 minggu lebih awal.
Amelia menghabiskan waktu 2 minggu di inkubator dalam perawatan intensif sebelum Donna dan suaminya Mark (32 tahun) diizinkan pulang.
“Suatu hari Joshua mengatakan kepada saya, ‘Ibu, saya senang menjadi seorang kakak’. Itu membuat pengorbananku terbayar,” tutup Donna.