Diet sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian besar masyarakat dunia. Diet dilakukan dengan tujuan menurunkan berat badan, mempertahankan berat badan, atau untuk tujuan kesehatan.

Namun yang harus diperhatikan bahwa melakukan diet juga harus terlebih dahulu melihat kondisi kesehatan anda secara keseluruhan, sehingga kesehatan anda tidak terganggu karena anda melakukan diet.

Berikut beberapa tes kesehatan yang sebaiknya anda lakukan terlebih dahulu sebelum memutuskan melakukan diet.

Pemeriksaan kadar asam urat darah
Diet rendah kalori biasanya akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Kadar yang memang sudah tinggi sebelumnya dapat bertambah tinggi, bila Anda menjalankan diet ini. Kadar asam urat yang tinggi dapat menimbulkan penyakit gout dan batu ginjal.

Pemeriksaan fungsi ginjal
Pemeriksaan ini dapat mengukur adanya penurunan fungsi ginjal dimana terdapat peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah. Bila ini terjadi, ada baiknya Anda membatasi asupan protein, agar tidak memperberat kerja ginjal.

Pemeriksaan hemoglobin terglikosiasi (HbA1c)
Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan Amerika Serikat, kira-kira 5,4 juta orang tidak mengetahui bahwa mereka mengidap diabetes. Pemeriksaan ini diperlukan bila tekanan darah Anda 40/90 atau lebih, berat badan Anda 20% melebihi berat badan ideal Anda, indeks massa tubuh Anda 27 atau lebih, atau Anda berusia 45 tahun atau lebih.

Pemeriksaan lipid (lemak)
Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kurang gerak, gizi buruk, obesitas, dan diabetes merupakan faktor-faktor resiko untuk penyakit jantung. Sindroma yoyo (berat badan yang naik turun) dapat menurunkan kadar HDL (kolesterol ’baik’), sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung. Pemeriksaan lipid ini akan mengukur kadar HDL, LDL (kolesterol ’jahat’), dan trigliserida.

Pemeriksaan fungsi tiroid
Terutama diperlukan untuk mereka yang ingin meningkatkan berat badan. Keletihan, pertambahan berat badan, dan nyeri otot menandakan terjadinya hipotiroidisme (penurunan fungsi tiroid). Sedangkan penurunan berat badan, jantung berdebar-debar, dan kecemasan menunjukkan adanya hipertiroidisme (peningkatan fungsi tiroid). Pemeriksaan yang harus dilakukan setiap tahun (atau setiap tiga bulan bila Anda mengalami gejala-gejala tertentu) ini akan mengukur kadar hormon perangsang tiroid, tiroksin, dan triiodotironin. Perubahan kadar salah satu dari ketiganya menandakan adanya suatu masalah.