Flu Burung kembali muncul di Indonesia. Pada Januari lalu telah memakan korban 1 orang meninggal, Puguh Dwi yanto (23 tahun), warga Jalan Baru Ancol Selatan RT 10/6 No 30 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Mengapa flu burung, yang juga dikenal dengan nama Avian influenza (H5N1) ini bisa kembali marak?

Pandemi influenza adalah kejadian yang tidak terduga tapi bisa berulang dan berdampak terhadap kesehatan, ekonomi dan sosial. Salah satu faktor kunci pandemi ini adalah virus tersebut muncul dengan kemampuan bertransmisi hingga bisa menyebabkan infeksi ke manusia.

Faktor lain yang memperparah terjadinya pandemi adalah kurangnya kekebalan terhadap virus tersebut sehingga bisa menyebabkan kondisi yang parah dan bahkan kematian.

Pihak-pihak yang dinilai potensial menjadi sarana penyebaran flu burung adalah:

  1. Peternak unggas komersial
  2. Peternak ayam kampung
  3. Peternak bebek/itik
  4. Pedagang dan pengangkut
  5. Pemotong unggas
  6. Penjual unggas hidup dan potong
  7. Pengelola pasar
  8. Konsumen

Gejala Flu Burung hampir sama dengan gejala influenza lainnya, antara lain

  • Demam sekitar 39°C
  • Batuk
  • Lemas
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Tidak nafsu makan
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Nyeri sendi
  • Diare
  • Infeksi selaput mata (conjunctivitis)
  • Dalam keadaan memburuk, terjadi severe respiratory distress, yakni sesak napas hebat, kadar oksigen rendah sementara kadar karbondioksida meningkat.
  • Radang paru-paru (pneumonia)

Namun Flu Burung juga bisa dicegah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk melakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Selalu mencuci tangan dan menggunakan alat pelindung bagi mereka yang kontak langsung dengan unggas.
  2. Karena telur juga dapat tertular, maka penanganan kulit telur dan telur mentah perlu dapat perhatian pula.
  3. Daging unggas harus dimasak sampai suhu 70°C atau 80°C selama sedikitnya satu menit.
  4. Menjaga daya tahan tubuh dengan makan seimbang dan bergizi, istirahat dan olahraga teratur. Pasien influenza dianjurkan banyak istirahat, banyak minum dan makan bergizi.