Metode pembuahan bayi tabung dilakukan dengan cara membuahi sel telur oleh sperma di luar tubuh orangtua. Sebuah penelitian menemukan bahwa doa ternyata meningkatkan keberhasilan pembuahan bayi tabung hampir dua kali lipat.
Temuan yang diterbitkan dalam Journal of Reproductive Medicine ini mengungkapkan bahwa sekelompok wanita yang didoakan oleh wanita lain memiliki tingkat keberhasilan kehamilan sebesar 50%. Sedangkan wanita yang tidak didoakan hanya sebesar 26%. 
Uniknya, tak satu pun dari perempuan yang menjalani prosedur bayi tabung (IVF) tahu bahwa mereka didoakan oleh orang lain.
Para peneliti mengakui bahwa hasil penelitiannya ini tampak luar biasa dan menegaskan bahwa faktor biologis yang tidak diketahui bisa jadi berperan dalam mempengaruhi perbedaan dalam kedua kelompok ini.
“Kami mempublikasikan temuan kami dan berharap dapat memicu diskusi dan melihat apakah sesuatu bisa dipelajari dari situ. Kami ingin memahami fenomena biologis atau fenomena lainnya yang menyebabkan peningkatan hampir dua kali lipat kemungkinan kehamilan,” kata peneliti Dr Rogerio Lobo, ketua kebidanan dan ginekologi (OB/GYN) di Columbia University College of Physicians & Surgeons seperti dilansir altpenis.com, Minggu (12/2/2012).
Penelitian ini melibatkan 199 orang perempuan yang berencana menjalani prosedur bayi tabung di Rumah Sakit Cha, Seoul, Korea, pada bulan Desember 1998 hingga Maret 1999. Peneliti kemudian membagi para calon ibu dalam dua kelompok, kelompok doa berisi 100 orang wanita dan kelompok yang tak didoakan berisi 99 orang wanita.
Para pendoa bagi calon ibu tinggal di Amerika Serikat, Kanada dan Australia dan tidak mengenal wanita yang menjalani prosedur bayi tabung tersebut. Para pendoa kebanyakan beragama Kristen dan dipisahkan menjadi tiga kelompok. Satu kelompok diberi foto perempuan dan berdoa demi peningkatan presentase kehamilannya. Kelompok kedua berdoa untuk meningkatkan efektivitas dari kelompok pertama. Kelompok ketiga berdoa untuk efektifitas kedua kelompok lainnya.
Ketiga kelompok mulai berdoa dalam waktu lima hari dari pengobatan awal untuk merangsang perkembangan telur dan terus berdoa selama tiga minggu. Selain mencari tingkat kehamilan yang tertinggi di antara para wanita dalam kelompok berdoa, para peneliti menemukan bahwa wanita yang lebih tua lebih banyak mendapat manfaat dari doa. Pada wanita berusia 30 hinga 39 tahun, tingkat kehamilan pada kelompok doa adalah sebesar 51%, dibandingkan dengan 23% pada kelompok non-doa.
Penelitian lain sebelumnya menunjukkan bahwa berdoa juga bermanfaat untuk pasien jantung.
ref