Warnanya cerah, rasanya manis, dan diklaim mengandung vitamin yang diperlukan tubuh. Tak heran jika banyak orang menyukai jus buah, terlebih anak-anak. Namun, sebaiknya Anda lebih bijak memberikan jus buah dalam kemasan pada anak-anak.

“Banyak orangtua menganggap jus buah kemasan adalah cara paling praktis untuk membuat anak mengasup buah, tetapi orangtua sering tidak bisa membedakan mana produk yang 100 persen jus buah dan produk minuman jus yang diberi gula tambahan,” kata Sarah Clark, dari Child Health Evaluation and Research Unit di University of Michigan, AS.

Ia melakukan penelitian mengenai konsumsi jus buah pada anak melalui metode survei terhadap 606 orangtua yang memiliki anak berusia 1-5 tahun. Ternyata lebih dari sepertiga orangtua yang disurvei mengatakan anak mereka mengasup jus buah lebih dari dua gelas perhari.

Padahal, konsumsi jus buah yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak di AS adalah tak lebih dari satu kali setiap hari. Jus buah yang disarankan pun seharusnya adalah yang mengandung 100 persen jus buah atau jus buah murni yang tidak diberi tambahan gula.

Sebaiknya hindari jus buah dalam kemasan yang berlabel “juice coctail, juice flavored beverage, atau juice drink”. Kebanyakan produk tersebut hanya mengandung sedikit buah asli dan sisanya adalah air serta gula tambahan. Secara nutrisi, minuman ini sama saja dengan soft drink, kaya akan gula dan kalori tetapi rendah nutrisi.

Terlalu sering mengonsumsi jus buah dalam kemasan tersebut akan menyebabkan anak obesitas serta merusak gigi. Bila anak sudah terlanjur “kecanduan” jus buah kemasan, Anda bisa menyiasatinya dengan mengencerkan jusnya. Caranya, campurkan air dengan jus buah sehingga asupan kalorinya bisa dikurangi untuk beberapa kali minum.

Bagaimana pun cara terbaik untuk mendapatkan seluruh kandungan serat dan vitamin dalam buah adalah dengan mengonsumsi buah segar secara utuh. Tidak seperti minuman jus, buah segar juga mengandung serat yang bisa membuat perut terasa lebih kenyang. (sumber : Kompas)