Cegukan pasti pernah dirasakan semua orang. Masih banyak mitos simpang siur dari penyebab cegukan. Namun, peneliti Kanada berhasil menemukan alasan mengapa setiap orang mengalami refleks cegukan.

Dr Daniel Howes Kingston, dokter di Ingston General Hospital Ontario Kanada berpendapat bahwa cegukan merupakan cara lain untuk menghilangkan udara yang tertelan di perut, layaknya sebuah sendawa.

“Kami menemukan bahwa sebenarnya cegukan dipicu oleh adanya udara di perut,” papar Howes dilansir melalui Huffingtonpost, Jumat (9/3).

Pada cegukan bayi, Howes menjelaskan bahwa cegukan terjadi karena udara memaksa masuk ke paru-paru, menutup pita suara dan mengendurkan sphincter (katup penyaring), yang berada di atas perut. Inilah yang membuat terjadinya kekosongan, sehingga membantu mendorong udara dari perut ke kerongkongan.

Para orangtua yang memiliki anak sering cegukan tak perlu khawatir dan itu bukanlah tanda penyakit gastroesophageal refluks (gejala kronik mucosal [lapisan kulit dalam yang tertutup pada epitelium dan terlibat dalam proses absorpsi dan proses sekresi] yang disebabkan asam lambung naik ke esofagus/kerongkongan).

Temuan yang dipublikasikan dalam BioEssays jurnal juga menunjukkan bahwa cegukan lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orangtua.

Penelitian yang dilakukan Howes ini turut menjelaskan respons spontan tersebut bisa terjadi akibat terlalu banyak minum alkohol, setelah makan besar, terlalu gembira bahkan perubahan suhu.

sumber : id.she.yahoo.com