Apakah Anda sering merasakan nyeri pada lutut ketika bangun dari jongkok atau ketika menaiki tangga di kantor Anda?. Anda mungkin saja menderita osteoarthritis. Walaupun osteoarthritis tidak menimbulkan resiko kematian, tetapi dapat menganggu aktifitas penderitanya sehingga menyebabkan gangguan dalam produktivitas kerja dari penderita.

Dalam Hal ini penderita seringkali mengeluh sendi lutut terasa nyeri, kaku dan bengkak sehingga seringkali menyebabkan gerak sendi terbatas. Anda tentunya penasaran bukan dengan penyakit osteoarthritis ini. Mari kita simak penjelasan dari dr. Romy Darmawansa, M.Kes, Sp.OT, menurut dokter full time RS Telogorejo ini osteoarthritis adalah penyakit sendi degeneratif yang bersifat kronis dan progresif ditandai dengan kerusakan tulang rawan sendi (cartilage) dan pertumbuhan tulang baru (osteofit). “Ada dua jenis osteoarthritis, yang pertama adalah idiopathic osteoarthritis, osteoarthritis di mana pada type ini penyebabnya tidak diketahui. Sedangkan yang kedua adalah secondary osteoarthritis, osteoarthritis type ini penyebabnya diketahui dan dapat disebabkan oleh trauma, penyakit metabolic, infeksi dan peradangan,”jelasnya.

Gejala yang terutama dirasakan penderita adalah nyeri pada sendi terutama bila beraktifitas dan terasa berkurang bila istirahat. Namun pada kasus yang berat, nyeri dapat dirasakan walaupun saat beristirahat. “ Terdapat kekakuan pada sendi terutama pada saat tidak beraktifitas dan menghilang setengah jam setelah beraktifitas. Biasanya juga disertai bengkak pada sendi (effusion) dan crepitus atau bunyi pada persendian,”jelas dokter spesialis orthopaedi lulusan Universitas Hasanuddin Makasar ini.

Masih menurut Dr. Romy Darmawansa Sp.OT, ada beberapa faktor resiko yang dapat menyebakan terjadinya osteoarthritis, salah satunya adalah umur. Usia lanjut merupakan faktor resiko utama untuk terjadinya osteoarthritis. Penyakit ini jarang terjadi pada usia di bawah 40 tahun, tetapi 80% mengenai penderita dengan umur di atas 55 tahun. ” Selain itu, wanita mempunyai resiko dua kali dibanding pria untuk menderita osteoarthritis. Ditambah lagi dengan obesitas, orang dengan obesitas berisiko tinggi untuk menderita osteoarthritis. Dengan mengurangi berat badan maka akan mengurangi resiko terjadinya osteoarthritis. Faktor resiko lain yang juga berpengaruh adalah patah tulang yang mengenai permukaan sendi sehingga dapat mengakibatkan terjadinya permukaan sendi yang tidak rata sehingga memicu terjadinya osteoarthritis di kemudian hari,”ujarnya.

Pada X-Ray, gambaran osteoarthritis yang dapat dilihat adalah adanya penyempitan celah sendi, sclerosis subchondral, pembentukan kista pada tulang yang terkena dan pembentukan ostefit. Dengan menggunakan arthroscopy, yaitu suatu teropong kecil yang demasukkan ke dalam sendi untuk melihat keadaan dalam sendi tersebut, dapat dilihat keadaan cartilago sendi jauh sebelum kerusakannya dapat terlihat pada film x-ray. ” Melalui alat ini juga dapat dilakukan pengobatan untuk osteoarthritis yang derajat ringan. Luka operasi yang diperlukan untuk memasukkan alat teropong ini cukup kecil yaitu sekitar 1 cm, sehingga penyembuhan pasca operasi juga lebih cepat,”tambahnya.

Setelah diagnosis osteoarthritis ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan pembantu seperti x-ray dan arthroscopy maka dapat dilakukan penanganan. Penanganan yang sederhana adalah dengan istirahat yang cukup. Gejala arthritis biasanya akan menjadi berat apabila beraktifitas secara berlebihan. Dengan beristirahat maka gejala arthritis akan membaik, namun jangan terlalu lama oleh karena istirahat yang terlalu lama dapat menyebabkan kekakuan sendi dan kelemahan pada otot.

” Bagi penderita yang memiliki masalah obesitas, juga harus dapat menurunkan berat badannya. Obesitas akan menyebabkan beban yang berlebihan pada sendi terutama sendi panggul dan lutut.Penanganan lain ialah dengan physioterapy dimana akan dilatih untuk menguatkan otot di sekitar sendi sehingga tekanan yang diterima sendi tersebut juga akan berkurang,”ujarnya.

Bagi pasien yang masih muda dan aktif namun cartilago sendinya telah rusak dapat dilakukan proses operasi realignment dimana dilakukan pembedahan agar beban pada tulang rawan yang sakit dialihkan ke tulang rawan yang sehat. Pada orang tua bilamana sendi yang terkena osteoarthritis sudah sangat rusak dan nyeri tidak dapat dikontrol maka sendi yang rusak diganti dengan sendi buatan (Joint Replacement). ” Atau bisa pula dilakukan operasi fusion apabila operasi penggantian sendi tidak dapat dilakukan oleh karena sesuatu hal misalnya terdapat infeksi pada sendi tersebut. Pada opersi fusion kedua tulang yang membentuk sendi disatukan secara secara permanen sehingga tidak terdapat gerakan lagi pada sendi tersebut. Operasi ini biasanya dilakukan sebagai alternatif terakhir”tambahnya.

Anda tentunya tidak ingin merasakan sakit nyeri pada sendi Anda kan? terutama yang dapat mengganggu aktifitas dan produktivitas kerja Anda. Mari kita cegah osteoarthritis, sebelum Anda menderita karenanya.

Sumber : RS. Telogorejo