Banyak dari Anda pasti sudah tahu bahwa serangan jantung masih menjadi momok bagi banyak orang. Namun tahukah anda bagaimana serangan jantung itu terjadi dan apa saja tanda-tandanya?

Serangan jantung biasanya terjadi karena aterosklerosis dalam arteri koroner yang memasok jantung dan mungkin didahului oleh angina atau nyeri dada. Serangan jantung atau infark miokardium merupakan kematian sebagian otot jantung akibat tersumbatnya pasokan darah otot jantung.

Gejala umumnya meliputi:

  • Nyeri pada dada
  • Dada seperti tertekan, bahkan dapat menjalar hingga ke langan kiri
  • Sesak nafas
  • Pucat
  • Mengeluarkan keringat dingin
  • Cemas
  • Mual dan kadang muntah

Diagnosis
Pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk membuktikan adanya serangan jantung. Untuk memastikan diagnosis, sampel darah perlu diambil untuk mendapatkan kadar enzim tertentu yang bocor ke dalam darah dari kerusakan otot jantung.

Bagaimana penanganannya?

  1. Tujuan penanganan adalah segera meredakan rasa nyeri dan mengembalikan pasokan darah ke otot jantung untuk mengurangi jumlah kerusakan dan mencegah komplikasi lanjut. Tujuan ini dapat tercapai dengan merawat pasien segera di unit perawatan intensif (ICU). Anda akan diberi suntikan pereda nyeri yang kuat, seperti morfin, untuk meredakan rasa nyeri.
  2. Mungkin akan diberi obat untuk melarutkan gumpalan darah yang menyumbat arteri koroner agar kerusakan jantung tidak semakin parah.
  3. Alternatif lainnya, mungkin Anda disarankan untuk menjalani angioplasti koroner untuk membuka arteri. Jika aliran darah ke otot jantung yang rusak dapat dikembalikan dalam waktu enam jam, kemungkinan untuk pulih sepenuhnya menjadi lebih besar.
  4. Bila kondisi anda telah pulih dari serangan jantung, Anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan seperti EKG dan ekokardiografi untuk membantu memutuskan penanganan selanjutnya.
  5. Jika kekuatan memompa jantung terganggu, Anda akan diresepkan inhibitor atau penghambat ACE dan atau obat diuretik.
  6. Jika pemeriksaan menunjukkan Anda mengalami denyut jantung tidak teratur yang menetap, Anda perlu menggunakan alat pacu jantung yang ditanam di dalam dada.
  7. Obat tertentu yang digunakan dalam jangka waktu lama dapat menurunkan resiko serangan jantung lain, dan Anda mungkin diresepkan obat penyekat (bloker) beta dan atau aspirin untuk alasan ini.
  8. Anda dianjurkan untuk mengonsumsi makanan rendah lemak dan meminum obat penurun lipid untuk menurunkan kadar kolesterol darah.
  9. Jika sebuah arteri koroner tersumbat, Anda mungkin memerlukan tindakan pintas (operasi bypass).
  10. Lebih baik jika Anda berhenti merokok, mengurangi asupan alkohol, olahraga teratur, dan menjalani pola makan sehat.