Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan gangguan kesehatan tubuh yang makin banyak diderita oleh masyarakat. Hipertensi biasanya tidak memiliki gejala yang khusus dan baru akan terasa 5-10 tahun kemudian setelah mengalami komplikasi dengan penyakit lainnya, misalnya jantung.

Tekanan darah dikatakan normal jika nilainya 120/80 dan dikatakan tekanan darah tinggi jika nilainya lebih dari 140/90. Jika tekanan darah menunjukkan angka diantara 120-140 untuk sistolik dan 80-90 untuk diastoliknya, maka disebut dengan prehipertensi. Bagi Anda yang masuk kategori prehipertensi, sebaiknya berhati-hati dan menjaga pola hidup agar tidak menimbulkan komplikasi.

Berikut beberapa hal penting seputar hipertensi yang perlu Anda ketahui:

1. Bila Anda berniat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah, sebaiknya Anda melakukannya pada pagi hari sebelum Anda menghadapi masalah sehari-hari, seperti jalanan macet, rapat, atau komplain dari klien. Jika nilainya normal maka prognosisnya lebih baik di kemudian hari.

2. Hipertensi seringkali tidak menunjukkan gejala sehingga tidak disadari, untuk itu diperlukan pemeriksaan darah yang teratur. Hipertensi yang tidak terkontrol bisa menimbulkan berbagai komplikasi seperti stroke atau jantung.

3. Jika Anda sering mengalami pusing, sebaiknya lakukan pengukuran tekanan darah 10-20 menit setelah melakukan kegiatan atau olahraga yang biasa dilakukan setiap minggunya, hal ini karena pusing bisa jadi merupakan tanda dari tekanan darah tinggi.

4. Hipertensi yang tidak terkontrol juga bisa memicu kondisi pengerasan arteri atau atherosklerosis, serta bisa mengubah hasil pembacaan dari pemeriksaan jantung EKG (Elektrokardiografi).

5. Hipertensi bukan “penyakit orang tua”, karena tekanan darah tinggi bisa dialami oleh siapa saja bahkan pada mereka yang berusia muda sekalipun. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat dan jarang berolahraga.

6. Perempuan dengan hipertensi yang merokok memiliki resiko lebih tinggi terkena stroke otak, khususnya jika perempuan tersebut pernah menjalani pengobatan terapi hormon. Karena itu dengan berhenti merokok bisa membantu mengurangi risiko hipertensi dan komplikasinya.