Cegukan merupakan kondisi yang tidak menyenangkan dan dapat dialami oleh setiap orang di segala usia, termasuk bayi. Cegukan sebenarnya adalah gerakan refleks dari tubuh dan disertai dengan suara yang khas akibat perubahan yang terjadi pada diafrragma.

Diafragma memainkan peran utama dalam perjalanan respirasi dan proses metabolisme. Diafragma bekerja dengan menarik dan mendorong secara teratur untuk mengatur masuk dan keluarnya udara selama proses respirasi. Diafragma akan terganggu fungsinya jika ada sesuatu yang menghambat proses ini baik dari faktor eksternal ataupun internal.

Penyebab cegukan antara lain:

  • Pengencangan diafragma secara mendadak sehingga udara secara tiba-tiba tertarik masuk lewat mulut dan menimbulkan suara cegukan.
  • Cegukan seringkali muncul bila bayi tertawa selagi makan atau minum.
  • Cegukan juga bisa disebabkan oleh serangga yg masuk kesaluran telinga dan menyentuh gendang telinga.
  • Stres yang dialami bayi juga dapat menyebabkan dia cegukan.
  • Penurunan suhu yang dapat menyebabkan seorang bayi kedinginan juga bisa memicu cegukan.
  • Makan atau minum susu terlalu cepat.
  • Posisi menyusui yang salah.

Cegukan ini kadang mengganggu tapi selama bayi tetap merasa bahagia, tersenyum dan dapat makan serta minum dengan baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Sebenarnya jika bayi cegukan tak banyak yang bisa dilakukan orangtua, karena biasanya cegukan ini akan hilang dengan sendirinya. Tapi jangan pernah mencoba menghentikan cegukan dengan cara mengagetkan atau mengejutkannya.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menghilangkan atau mencegah cegukan pada bayi:

  1. Pastikan bayi minum secara perlahan-lahan.
  2. Sendawakan bayi setelah menyusui untuk mencegah cegukan.
  3. Mengubah posisi menyusui dan mencoba menenangkannya.
  4. Jangan terburu-buru bila memberi makan atau minum pada bayi.
  5. Jika bayi cegukan saat minum atau makan, maka cobalah untuk menepuk-nepuk bayi pelan-pelan dan membiarkannya rileks dulu, sebelum melanjutkan maka atau minum.