Gejala batuk sering kali kita jumpai pada anak. Batuk sebenarnya merupakan cara alami tubuh untuk membersihkan jalan nafasnya. Namun Anda harus teliti untuk mengamati apakah batuk yang dialami anak Anda termasuk batuk yang biasa saja atau yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Berikut beberapa jenis batuk pada anak dan cara menanganinya:

Batuk Akibat GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
GERD (gastroesophageal reflux disease) sebenarnya disebabkan oleh lemahnya pita otot yang berada di antara esophagus dan perut, sehingga membuat cairan yang seharusnya masuk ke dalam perut, justru mengalir kembali ke atas. Bahkan terkadang cairan ini bisa masuk ke paru-paru dan menimbulkan batuk kronis. Batuk jenis bersifat kering.

Cara mengatasinya

  1. Sedikit tinggikan bantalnya ketika anak Anda tidur.
  2. Dudukkan selama lebih kurang 30 menit setelah anak Anda selesai makan.
  3. Lebih baik berhenti dulu mengkonsumsi makanan seperti soda, coklat, permen, jeruk dan tomat.
  4. Jika batuk terus berlanjut, segera bawa anak Anda ke dokter.

Batuk Kering (Pertussis)
Ketika anak Anda mengalami batu kering, biasanya dalam sekali nafas ia bisa batuk lebih dari 20 kali. Dan ketika ia menarik nafas, biasanya akan terdengar bunyi melengking tinggi. Batuk jenis ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang tenggorokan serta paru-paru. Biasanya akan disertai dengan gejala-gejala flu, tapi tanpa disertai demam.

Cara mengatasinya
Penyakit ini biasanya diobati dengan menggunakan antibiotik. Hubungi dokter Anda. Terkadang, bayi Anda juga harus dirawat untuk menyedot cairan yang menyumbat tenggorokannya. Pada banyak kasus, batuk ini bisa berlangsung hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Batu sesak
Batuk sesak sering ditemui pada anak berusia 6 bulan hingga 3 tahun. Penyakit ini sering disebabkan oleh virus parainfluenza, virus respiratory syncytial atau berbagai virus pernafasan lainnya. Biasanya anak akan menunjukkan gejala batuk yang melengking, sering mulai pada pertengahan malam, demam ringan, sesak, pilek selama beberapa hari, dan suara menjadi serak dan berat.

Cara mengatasinya

  1. Tenangkan anak Anda dengan mengajaknya menonton televisi, membaca buku, atau bermain dengan permainan yang tidak melelahkan. Menangis hanya membuatnya lebih sulit bernafas.
  2. Perbaikilah sistem udara di rumah Anda agar sirkulasi udara segar dapat terus berganti dengan baik.
  3. Gunakan humidifier di kamar tidur anak Anda atau bawa anak Anda untuk bernafas dalam udara lembab di kamar mandi yang beruap hangat selama 10 menit.
  4. Berikan makanan dan minuman segar pada anak Anda. Untuk bayi, Anda bisa memberikan ASI atau formula yang biasa diminumnya. Untuk anak-anak, sup atau buah dingin segar dapat membantu.
  5. Usahakan anak Anda mempunyai waktu beristirahat yang cukup.
  6. Sebaiknya Anda tidur di dekat buah hati Anda atau bahkan di kamar yang sama, sehingga Anda dapat mengambil tindakan cepat jika gejalanya menjadi parah.