tidak Semua Perempuan yang pernah melahirkan caesar, pasti persalinan berikutnya harus lewat caesar. Tapi akibat kurangnya informasi, banyak perempuan yang justru melakukan bedah caesar berulang.
Di masa lalu dokter mengira sekali perempuan melahirkan dengan cara caesar maka ia harus melakukan hal yang sama untuk kelahiran berikutnya. Hal ini karena khawatir bekas luka di rahim akan pecah saat melahirkan secara normal melalui vagina.
Namun pemikiran ini sudah berubah, ibu yang melahirkan secara caesar bisa merasakan persalinan normal dikehamilan berikutnya. Tapi karena kurangnya informasi, banyak ibu yang melahirkan caesar secara berulang.
Padahal faktanya melahirkan secara normal bisa memiliki beberapa kelebihan dibanding caesar, seperti masa pemulihan di rumah sakit yang lebih singkat, serta cenderung kurang menimbulkan komplikasi tertentu seperti perdarahan yang berlebihan dan infeksi.
Tapi dalam studi baru ini diketahui banyak atau sekitar tiga per empat perempuan tidak menyadari fakta-fakta tersebut sehingga lebih memilih operasi caesar berulang. Risiko rahim pecah yang banyak ditakutkan ini cukup rendah rata-rata sekitar 0,5-1 persen.
“Poinnya adalah bukan mengatakan salah satu pilihan lebih baik dari yang lain, karena keduanya aman. Tapi jika perempuan tahu tentang informasi dengan tepat maka bisa mengurangi kemungkinan caesar berulang,” ujar ketua penelitian Dr Sarah N Bernstein dari Magee-Womens Hospital di Pittsburgh, seperti dikutip dari Reuters, Senin (25/6/2012).
Hasil temuan yang dilaporkan dalam American Journal of Obstetrics & Gynecology didasarkan pada survei terhadap 155 perempuan yang sebelumnya melakukan operasi caesar.
Bernstein dan rekan mengungkapkan semua perempuan harus membuat keputusan berdasarkan informasi sebanyak mungkin. Untuk itu jangan pernah ragu bertanya agar bisa mengambil keputusan yang tepat.
Bernstein menuturkan setiap individu perempuan berbeda, karena itu kuncinya adalah bertanya pada dokter. Jika kehamilan pertama terpaksa melahirkan caesar karena posisi kepala bayi tidak dibawah, maka untuk kehamilan berikutnya kesempatan untuk melahirkan secara normal lebih tinggi.
ref