Hampir sebagian besar anak pasti pernah mengalami batuk. Mulai dari batuk yang ringan hingga batuk yang harus memerlukan penanganan medis lebih lanjut (dapat dibaca di sini).

Batuk sangat mengganggu aktivitas anak sehari-hari. Bagaimana cara mencegahnya?

  1. Berikan ASI eksklusif. ASI merupakan sumber imunitas alami yang sangat penting bagi bayi. Survey membuktikan, bayi yang mendapatkan ASI dari ibunya akan lebih tahan terhadap infeksi.
  2. Jangan terlalu sering/mudah memberikan antibiotik pada anak. Seringkali infeksi yang menyerang si kecil (dalam hal ini batuk-pilek) hanyalah infeksi virus yang akan sembuh sendiri tanpa antibiotik.
  3. Tingkatkan daya tahan tubuh anak dengan memberinya makanan bergizi, susu, dan vitamin
  4. Jangan berganti-ganti dokter. Pilihlah dokter yang Anda percayai agar riwayat kesehatan anak dapat diketahui dengan baik.

Kebanyakan batuk pada anak tidak perlu dikhawatirkan. Namun konsultasikan dengan dokter jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Bibir, wajah, atau lidah berwarna kebiruan
  • Sulit bernafas
  • Bernafas lebih cepat dari biasanya
  • Demam tinggi
  • Batuk berdarah
  • Bayi (di bawah 3 bulan) batuk lebih dari beberapa jam
  • Berbunyi ketika menarik dan menghembuskan nafas
  • Terlihat lemah