Balita susah makan? Sudah mencoba memberikannya keju? Selain rasanya lezat, keju juga kaya zat gizi yang baik untuk tumbuh kembang balita.
1. Kaya manfaat.
Keju merupakan produk olahan susu yang mengandung aneka zat gizi. Apa saja sih manfaat keju bagi pertumbuhan balita?
a. Membantu pertumbuhan dan pembentukan tulang serta gigi, serta mencegah risiko keropos tulang (osteoporosis) karena banyak mengandung kalsium (Ca) dan fosfor (P).
b. Proteinnya yang tinggi membantu proses pertumbuhan dan perkembangan, serta menguatkan otot-otot tubuh balita.
c. Membantu perkembangan serabut-serabut sel saraf dan otak karena mengandung asam lemak linoleat dan linolenat.
d. Membantu menjaga fungsi mata karena mengandung vitamin A.
e. Membantu menangkal radikal bebas karena mengandung magnesium, seng, dan selenium, yang berfungsi sebagai antioksidan.
f. Membantu proses metabolisme aneka zat gizi karena mengandung riboflavin dan folat.

Selain manfaat di atas, hasil riset beberapa ahli menyebutkan ada beberapa manfaat keju lainnya, seperti hasil riset Dr. Machteld Huber dari Louis Bolk Institute, Inggris, tahun 2007 yang membuktikan, ibu hamil yang mengonsumsi keju sepanjang kehamilannya, akan melahirkan anak yang berisiko lebih kecil menderita eksim.

Ada pula riset Prof. Carlo Leifert dari Newcastle University, Inggris, tahun 2007, yang membuktikan, anak-anak yang biasa mengonsumsi keju akan terhindar dari risiko menderita asma serta penyakit alergi lainnya.

2. Mitos Yang Salah Tentang Keju.
Pernah mendengar mitos-mitos mengenai keju? Coba cermati dulu dengan benar, apakah mitos itu benar atau tidak. Jangan sampai kebutuhan gizi balita tidak tercukupi dengan benar gara-gara mitos yang salah soal keju.
Kata orang:
a. Kandungan lemaknya lebih dari 50%.
Fakta: kandungan lemak di dalam jenis keju cheddar, misalnya, hanya 34%.

b. Tidak dapat diberikan kepada balita yang menderita intolerensia laktosa.
Fakta: Beberapa jenis keju, seperti keju cheddar, sesungguhnya tidak mengandung laktosa.

c. Menyebabkan balita mimpi buruk.
Fakta: asam amino jenis triptofan, yang terkandung dalam keju, merupakan zat yang dapat mengurangi stres dan memicu munculnya rasa kantuk.

d. Penyebab kerusakan gigi.
Fakta: makan sepotong keju setelah si kecil makan atau mengonsumsi makanan yang manis, justru dapat melindungi enamel gigi serta pembusukan gigi.

Keju merupakan olahan dari susu dan termasuk dairy product yang dapat diberikan kepada bayi mulai usia 7 atau 8 bulan. Kandungannya tidak berbeda jauh dari susu ternak, yakni protein, lemak, vitamin, dan mineral. Olahan keju bisa dicampurkan ke dalam porsi makanan bayi bisa dengan cara diparut. Baik untuk menambahkan rasa gurih yang bermanfaat pada makanan bayi. Gunakan secukupnya atau kira-kira seukuran dadu dengan panjang, lebar, dan tinggi 1/2 ukuran kartu domino.
Bagaimana,? Tidak ragu lagi memberikan balita keju, kan? Dengan keju, balita tidak hanya tumbuh sehat, tetapi juga ceria.
(sumber: ayahbunda)