KONSEPSI
PENGERTIAN

Adalah hasil proses pembuahan sel sperma pada telur yang kita kenal dengan istilah fertilisasi. Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot. Periode ini adalah awal terjadinya kehamilan pada seorang wanita. Proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut :

a. Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi, diliputi oleh korona radiata, yang mengandung persediaan nutrisi.
b. Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metafase di tengah sitoplasma yang disebut vitellus.
c. Dalam perjalanan korona radiata makin berkurang pada zona pelusida. Nutriisi dialirkan ke dalam vitellus, melalui saluran pada zona pelusida.
d. Konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba
· Tempat yang paling luas
· Dindingnya penuh jonjot, tertutup sel yang mempunyai silia
· Ovum mempunyai waktu terlama dalam ampula tuba
e. Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam
· Spermatozoa ditumpahkan, masuk melalui kanalis servikalis dengan kekuatan sendiri
· Dalam kavum uteri terjadi proses kapasitasi, yaitu pelepasan sebagian dari “liproteinnya” sehingga mampu mengadakan fertilisasi
· Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba
· Spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genitalia interna
· Spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis korona radiata dan zona pelusida dengan proses enzimatik hialuronidase
· Melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum
· Setelah kepala spermatozoa masuk ke dalam ovum ekornya lepas dan tertinggal di luar
· Kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dan membentuk zigot

Keseluruhan proses tersebut merupakan mata rantai fertilisasi atau konsepsi.

PERTUMBUHAN JANIN
PENGERTIAN

Pertumbuhan janin itu sendiri adalah perkembangan janin atau pertambahan struktur-struktur organ tubuh janin dari yang tidak ada menjadi ada dan lebih sempurna sesuai dengan tahapan-tahapan umur janin tersebut.

Pranatal atau perkembangan di dalam rahim berlangsung sekitar 9 bulan hitungan kalender matahari (10 bulan kalender bulan) atau 38 – 40 minggu, bergantung metode penghitungan yang digunakan. (Hitungan kalender bulan adalah 28 hari). Jika dihitung dari hari terjadinya konsepsi, tahapan kehidupan ini berlangsung selama 38 minggu atau 9,5 bulan kalender bulan. Jika dihitung dari hari pertama haid terakhir, rata-rata lama masa pranatal adalah 10 bulan kalender bulan atau 40 minggu.

Biasanya, masa kehamilan dibagi ke dalam 3 periode yang disebut trimester, masing-masing trimester berlangsung selama 3 bulan. Setiap trimester memiliki tanda-tanda tertentu yang menandai perubahan perkembangan pada ibu dan janin. Dua fase perkembangan dalam rahim juga berdasarkan penghitungan trimester. Fase embrionik di trimester pertama dan fase janin trimester kedua dan ketiga.

Fase Embrionik
Merupakan periode perkembangan ovum yang telah dibuahi menjadi organisme yang memiliki sebagian besar bentuk manusia. Periode ini meliputi 8 minggu usia kehamilan.

Dalam 3 minggu pertama kehidupan, jaringan embrio berdiferensiasi menjadi 3 lapisan – ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah), dan endoderm atau entoderm (lapisan dalam). Ektoderm dan endoderm terbentuk pada minggu kedua; mesoderm terbentuk pada minggu ketiga. Dari permulaan minggu ketiga hingga minggu kedelapan setelah konsepsi, ketiga lapisan tersebut membentuk struktur dasar seluruh sistem dan organ kompleks tubuh. Sebagai contoh, lapisan ektoderm membentuk otak dan tulang belakang, mesoderm membentuk jantung, dan endoderm membentuk kandung kemih dan uretra (Pillitteri, 2003).

Tiga peristiwa lain yang terjadi selama tiga minggu pertama kehamilan:

1. Embrio tertanam di endometrium uterus.
2. Membran janin berdiferensiasi menjadi korion, bakal plasenta dan amnion, serta bakal kantung amnion.
3. Plasenta mulai berfungsi. Plasenta merupakan organ datar berbentuk pipih dan memiliki banyak sistem sirkulasi darah. Normalnya, plasenta terbentuk di segmen atas endometrium uterus (lapisan dalam rahim).
Fase Janin

Janin Yaitu makhluk yang sedang dalam tingkat tumbuh dalam kandungan. Dikarakteristikkan dengan periode pertumbuhan ukuran janin yang cepat. Faktor genetik dan lingkungan memengaruhi pertumbuhan janin.

Pembentukan darah janin
Pembentukan darah janin memerlukan persediaan Fe dalam hati, limpa, dan sumsum tulang ibu. Pada permulaan, sel darah janin dibentuk oleh kantung yolk dalam bentuk megalobas. Selanjutnya darah janin dibentuk oleh hati dan sumsum tulang dalam bentuk megalosit dan makrosit. Normosit dibuat setelah aktivitas penuh sumsum tulang.

Fetal hemoglobin (f) mempunyai kemampuan untuk mengikat O2 dalam konsentrasi tertentu dari darah ibu dengan mudah dapat melepaskan CO2 ke darah ibu. Menjelang persalinan janin membuat adult hemoglobin (A) sebagai persiapan kelahiran sehingga dapat menghisap O2 dengan pernafasan yang telah aktif.
Pernafasan janin.

Barcroft memantau gerakan dinding dada, sebagai bentuk pernafasan intrauterin, tetapi air ketuban tidak masuk ke dalam paru – paru. Gerakan pernafasan dikendalikan oleh saturasi O2 dan bukan oleh CO2. Bila saturasi O2 melebihi 50% maka akan terjadi penghentian gerakan pernafasan. Bila saturasi O2 menurun maka saturasi CO2 akan berfungsi untuk mengendalikan gerak pernafasan.
Berikut adalah table pembentukan organ dan panjang janin berdasarkan usia kehamilan

Usia kehamilan


Usia kehamilan
Panjang janin
Pembentukan organ

4 minggu


8 minggu



12 minggu





16 minggu




20 minggu



24 minggu







40 minggu

7,5 – 10mm


2,5cm



9cm





16-18cm




25cm



30-32cm







50-55cm

·         Rudimenter : hidung, telinga, dan mata

·         Kepala kea rah dada
·         Hidung, telinga, mata mulai terbentuk

·         Daun kuping terbentuk
·         Kelopak mata tampak
·         Leher terbentuk
·         Alat genitalia luar mulai tampak

·         Genitalia eksterna tampak
·         Hidung dan telinga tampak jelas

·         Kulit makin tebal
·         Rambut kepala tumbuh
·         Rambut lanugo tampak

·         Kelopak mata tumbuh alis dan bulu mata
·         Kulit keriput dan jelas
·         Kepala besar
·         Pernafasan mulai berfungsi hidup beberapa jam

·         Bayi cukup bulan
·         Kulit berambut dengan baik
·         Kulit kepala tumbuh baik
·         Testis telah turun ke skrotum
·         Pusat penulangan pada tibia proksimal

De Haase mengemukakan rumus untuk panjang janin seperti yang diperlihatkan pada table di bawah ini.


Umur hamil (bulan)
Panjang janin
cm (centi meter)
Berat badan gr (gram)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1x1cm = 1cm
2x2cm = 4cm
3x3cm = 9cm
4x4cm = 16cm
5x5cm = 25cm
6x5cm = 30cm
7x5cm = 35cm
8x5cm = 40cm
9x5cm = 45cm
10x5cm = 50cm
5
15
120
280
600
1000
1800
2500
3000

· Peredaran darah janin

Sistem peredaran darah janin berbeda dengan sistem peredaran darah orang dewasa karena paru – paru janin belum berkembang sehingga O2 diambil melalui perantaraan plasenta. Oleh karena itu, sistem peredaran darah janin ditentukan oleh faktor – faktor sebagai berikut :

1. Foramen ovale antara kedua atrium
2. Duktus arteriosus bothalli antara arteri pulmonalis dengan aorta
3. Duktus venosus arantii di dalam hepar menuju vena kava inferior
4. Pada umbilikus terdapat satu vena umbilikalis dan dua arteri umbilikalis

Peredaran darah janin berlangsung sebagai berikut :

a. Darah yang kaya dengan nutrisi dan O2 dialirkan melalui vena umbilikalis menuju hati dimana terdapat duktus venosus arantii, langsung menuju dan masuk ke vena kava inferior lalu masuk ke atrium kanan jantung janin
b. Dari atrium kanan janin sebagian besar darah masuk ke atrium kiri melalui foramen ovale
c. Sebagian kecil darah dari atrium kanan masuk ke ventrikel kanan
d. Darah yang masuk ke antrium kiri akan dipompa ke ventrikel kiri dan dari ventrikel kiri dipompa masuk ke aorta dan selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh janin
e. Cabang aorta di bagian bawah menjadi dua arteri hipogastrika interna, yang mempunyai cabang arteria umbikalis
f. Darah dari ventrikel kanan dipompa menuju paru – paru, tetapi karena paru – paru belum berkembang maka darah yang terdapat pada arteri pulmonalis dialirkan menuju aorta malalui duktus arteriosus bothalli
g. Darah yang dialirkan menuju paru – paru akan dialirkan kembali menuju jantung melalui vena pulmonalis
h. Darah yang menuju plasenta malalui arteri umbilikalis terpecah menjadi kapiler untuk mendapatkan nutrisi dan O2 untuk pertumbuhan dan perkembangan janin
i. Sisa metabolisme janin dan CO2 dilepaskan ke dalam sirkulasi retroplasenter untuk selanjutnya dibuang melalui alat pembuangan yang terdapat di tubuh ibu

Peredaran darah janin berlangsung selama kehidupan intrauterin, dimana plasenta memegang peranan yang sangat penting. Kegagalan fungsi plasenta dapat menimbulkan berbagai penyulit dalam pertumbuhan dan perkembangan janin.

Berikut fase – fase konsepsi dan perkembangan janin :

Ø Minggu ke – 1 :

Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir anda.

Proses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis kromosom manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan hanyalah nutrisi (melalui ibu) dan oksigen.

Sel – sel telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahari sel ini akan bertemu dengan sel – sel sperma dan memulai proses pembuahan.

Lima juta sel sperma sekaligus berenang menuju tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun pasukan sel sperma ini sangat banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus indung telur.

Pada saat ini kepala sel sperma telah hampir masuk. Kita dapat melihat bagian tengah dan belakang sel sperma yang tidak henti-hentinya berusaha secara tekun menerobos dinding indung telur.

Seperti yang di jelaskan dalam Al-qur’an,

Nutfah ,yaitu bermula pesenyawaan atau minggu pertama. Bermula setelah berlakunya percampuran air mani. Maksud firman Allah dalam
surat al-insan ayat 2

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia daripada setetes air mani yang bercampur dengan Kami (hendaknya mengujinya dalam perintah dan larangan), karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat.

Ø Minggu ke – 2 :

Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula.

Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira – kira dua kali sehari sehingga pada hari yang keduabelas jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium.

Seperti yang dijelaskan dalam Al-qur’an, Peringkat 2 :

Alaqah, yaitu pembentukan bergumpal darah ialah pada hujung pertama dalam atau hari ke tujuh. Pada hari ke tujuh telur yang sudah disenyawakan itu akan tertanam di dinding rahim. Selepas itu kami mengubah nutfah menjadi alaqah. Al-mu’minuun ayat 14 :

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”

Ø Minggu ke – 3 :

Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1 mm (millimeter) sampai dengan 0,2 mm (millimeter).

Dijelaskan dalam Al-qur’an surat Al Mursalaat ayat 21 : “kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim)”.

Ø Minggu ke – 4 :

Kini, bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin – HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif.

Janin mulai membentuk struktur manusia. Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta (urat besar yang membawa darah ke jantung).

Seperti yang dijelaskan dalam Al-qur’an, Peringkat 3 :
Mudghah, pembentukan mudghah berlaku pada minggu ke empat. Terjadi pembentukan otak, saraf tunjung, telinga, dan anggota lainnya. Selain itu system pernafasan bayi sudah terbentuk. Vilus yang tertanam di otot ibu kini mempunyai saluran darah sendiri. Jantung bayi pun mulai bersdegup untuk perkembangan seterusnya, darah mulai mengalir dengan lebih banyak lagi membagi pembekalan oksigen dan makanan yang secukupnya. Menjelang tujuh minggu system pernafasan bayi akan mulai berfungsi sendiri.

Ø Minggu ke – 5 :

Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.

Ø Minggu ke – 6 :
Ukuran embrio rata-rata 2 – 4 mm (millimeter) yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak.

Ø Minggu ke – 7 :

Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5 – 13 mm (millimeter) dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru.


Seperti yang dijelaskan dalam Al-qur’an, Peringkat 4 :
Izham dan laham, terjadi pada minggu ke lima, enam, dan tujuh, ialah pembentukan tulang yang mendahului pembentukan pada otot. Kemudian pada minggu ke tujuh terbentuk pula system kompleks. Pada tahap ini perut dan usus, seluruh saraf, otak dan tulang belakang mulai terbentuk. Serentak dengan itu system pernafasan dan saluran pernafasan dari mulut ke hidung dan juga ke paru – paru mulai kelihatan.

Begitu juga dengan organ pembiakan, kelenjar, hati, buah pinggang, pundit air kencing dll terbentuk dengan lebih sempurna lagi. Kaki dan tangan juga mulai tumbuh. Begitu juga dengan mata, telinga, dan mulit akan semakin sempurna. Pada minggu ke delapan semua telah sempurna dan lengkap.

Ø Minggu ke – 8 :

Panjang kira-kira 14 – 20 mm (milimeter). Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga.

Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan. Bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna.

Seperti yang dijelaskan dalam Al-qur’an, Peringkat 5 :

Nasy’ah khalqan akhar, pada minggu ke delapan. Perubahan pada tahap ini bukan lagi embrio tetapi sudah masuk ke peringkat janin. Pada bulan ke tiga semua tulang dan janin sudah terbentuk dengan sempurna,kuku – kukunya pun mulai tumbuh. Pada bulan ke empat mulai pembentukan URI menjadi cukup lengkap menyebabkan baki pranatelbayi dalam kandungan hanya untuk menyempurnakan semua anggota yang sudah terwujud. Walaupun perubahan mulai tetap berlaku tetapi perubahannya hanya pada ukuran bayi saja.
Ø Minggu ke – 9 :

Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22 – 30 mm (milimeter) dan beratnya sekitar 4 gram.


Ø Minggu ke – 10 :

Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32 – 43 mm (milimeter) dan berat 7 gram.

Ø Minggu ke – 11 :

Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm (centi meter). Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.

Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri.

Minggu ke – 12 :

Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Usus bayi telah berada di dalam rongga perut. Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm (millimeter) dan beratnya 14 gram.

Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata.



Ø Minggu ke – 13 :

Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen, nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm (milimeter) dan beratnya 19 gram. Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala.

Ø Minggu ke – 14 :

Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80 – 110 mm (milimeter) dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul. Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak.


Ø Minggu ke – 15 :

Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113 mm (milimeter). Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup.

Ø Minggu ke – 16 :

Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi.

Janin mulai bergerak, tetapi tak perlu kuatir jika Anda tak merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi Anda berukuran 116 mm (milimeter) dan beratnya 80 gram.

Ø Minggu ke – 17 :

Dengan panjang 12 cm (centi meter) dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk

Ø Minggu ke – 18 :
Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm (centi meter) dan beratnya 140 gram. Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.

Seperti yang dijelaskan dalam Al-qur’an, Peringkat 6 :

Nafkhur, yaitu peniupan roh, peniupan roh ini berlaku selepas 120 hari dan selepas terbentuknya organ tubuh termasuklah organ seks. Nilai kehidupan mereka telah bermula sejak di dalam rahim lagi. Ketika di dalam rahim perkembangan mereka bukanlah proses perkembangan fizikal semata – mata tetapi telah mempunyai hubungan dengan Allah SWT. As Sajdah ayat 9 :

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”.
Ø Minggu ke – 19 :

Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm (centi meter).

Ø Minggu ke – 20 :

Setengah perjalanan telah dilalui. Kini, beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm (centi meter). Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. kuku tumbuh pada minggu ini. Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan. Pigmen kulit mulai terlihat.


Ø Minggu ke – 21 :
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm.

Ø Minggu ke – 22 :

Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional.

Ø Minggu ke – 23 :

Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan “berolahraga”, menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram.Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna.


Ø Minggu ke – 24 :

Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang kulit bayi mulai menebal.

Ø Minggu ke – 25 :

Bayi mulai cegukan, Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan.

Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650 – 670 gram dengan tinggi badan 34 – 37 cm (centi meter).


Ø Minggu ke – 26 :

Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan bayi sudah mencapai 750 – 780 gram, sedangkan tingginya 35 – 38 cm (centi meter).


Ø Minggu ke – 27 :

Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85 persen untuk bertahan.

Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870 – 890 gram dengan tinggi badan 36 – 38 cm.

Ø Minggu ke – 28 :

Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm (centi meter). Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh

Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.


Ø Minggu ke – 29 :

Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui).

Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100 – 1200 gram, dengan tinggi badan 37 – 39 cm (centi meter).

Ø Minggu ke – 30 :

Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm (centi meter). Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa.

Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya. Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar. Cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim bunda semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat badan bayi 1510 – 1550 gram, dengan tinggi 39 – 40 cm (centi meter).


Ø Minggu ke – 31 :

Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml (mili liter) sehari di dalam air ketuban.

Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550 – 1560 gram dengan tinggi 41 – 43 cm (centi meter).

Ø Minggu ke – 32 :
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm (centi meter), kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini.

Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi.

Ø Minggu ke – 33 :
Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800 – 1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43 – 45 cm (centi meter).

Ø Minggu ke – 34 :
Bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000 – 2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45 – 46 cm (centi meter).

Ø Minggu ke – 35 :

Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya.

Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300 – 2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45 – 47 cm (centi meter).

Ø Minggu ke – 36 :

Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Berat badan bayi 2400 – 2450 gram, dengan tinggi badan 47 – 48 cm (centi meter).

Ø Minggu ke – 37 :

Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5 cm (centi meter). Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim.
Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700 – 2800 gram, dengan tinggi 48 – 49 cm (centi meter).

Minggu ke – 38 hingga minggu ke – 40 :

Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.

JANIN KEMBAR

Penyebab janin kembar
Banyak faktor diduga sebagai penyebab kehamilan kembar. Selain faktor genetik, obat penyubur yang dikonsumsi dengan tujuan agar sel telur matang secara sempurna, juga diduga ikut memicu terjadinya bayi kembar. Alasannya, jika indung telur bisa memproduksi sel telur dan diberi obat penyubur, maka sel telur yang matang pada saat bersamaan bisa banyak, bahkan sampai lima dan enam.
Proses dan Perkembangan
Secara garis besar, kembar dibagi menjadi dua. Monozigot, kembar yang berasal dari satu telur dan dizigot kembar yang berasal dari dua telur. Dari seluruh jumlah kelahiran kembar, sepertiganya adalah monozigot.

Kembar dizigot berarti dua telur matang dalam waktu bersamaan, lalu dibuahi oleh sperma. Akibatnya, kedua sel telur itu mengalami pembuahan dalam waktu bersamaan. Sedangkan kembar monozigot berarti satu telur yang dibuahi sperma, lalu membelah dua. Masa pembelahan inilah yang akan berpengaruh pada kondisi bayi kelak.

Masa pembelahan sel telur terbagi dalam empat waktu, yaitu 0 sampai 72 jam, 4 sampai 8 hari, 9 sampai 12 dan 13 hari atau lebih. Berikut tahapan pembelahannya :

· Pada pembelahan pertama, akan terjadi diamniotik yaitu rahim punya dua selaput ketuban, dan dikorionik atau rahim punya dua plasenta.
· Pembelahan kedua, selaput ketuban tetap dua, tapi rahim hanya punya satu plasenta. Pada kondisi ini, bisa saja terjadi salah satu bayi mendapat banyak makanan, sementara bayi satunya tidak. Akibatnya, perkembangan bayi bisa terhambat.
· Pembelahan ketiga, selaput ketuban dan plasenta masing-masing hanya sebuah, tapi bayi masih membelah dengan baik.
· Pembelahan keempat, rahim hanya punya satu plasenta dan satu selaput ketuban, sehingga kemungkinan terjadinya kembar siam cukup besar. Pasalnya waktu pembelahannya kelamaan, sehingga sel telur keburu berdempet. Jadi kembar siam biasanya terjadi pada monozigot yang pembelahannya lebih dari 13 hari.

Dari ke empat pembelahan tersebut, tentu saja yang terbaik adalah pembelahan pertama, karena bayi bisa membelah dengan sempurna. Namun, ke empat pembelahan ini tidak bisa diatur waktunya. Faktor yang mempengaruhi adalah waktu pembelahan, dan kenapa bisa membelah tidak sempurna sehingga mengakibatkan dempet, biasanya dikaitkan dengan infeksi, kurang gizi, dan masalah lingkungan.