Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus Hepatitis B, penyakit ini dapat menular. Berikut ini adalah 5 hal penting tentang penyakit Hepatitis B:

1. Seperti halnya Hepatitis A, penyebab Hepatitis B adalah infeksi virus pada hati, perbedaan adalah bahwa Hepatitis A lebih parah karena dapat menjadi penyakit yang kronis. Infeksi dapat dideteksi melalui tes darah. Penularan Hepatitis B dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina (termasuk darah haid), dan juga dari ibu ke anak selama kehamilan. Namun, kebanyakan orang terserang infeksi saat masa remaja dan usia dewasa.
2. Infeksi akut biasanya bisa hilang dengan sendirinya, tanpa pengobatan, bahkan beberapa pasien tidak memiliki gejala apapun. Namun bagi orang yang mengalami gejala, gejala tersebut bertahan 2-3 minggu dan pulih sepenuhnya dalam 4-8 minggu. Beberapa orang, waktu pemulihan bisa lebih lama. Infeksi kronis muncul ketika virus hepatitis B berada dalam darah dan hati selama 6 bulan atau lebih. Infeksi kronis dapat menyebabkan kondisi yang parah, seperti sirosis dan kanker hati.
3. Sekitar 90% dari bayi yang terinfeksi saat lahir berkembang menjadi infeksi kronis, 30% dari anak-anak yang terinfeksi pada usia 1 – 5 tahun berkembang menjadi infeksi kronis dan sekitar 5% dari mereka yang berusia di atas 5 tahun berkembang menjadi infeksi kronis. Ada dua obat yang diberikan untuk penyembuhan Hepatitis B kronis: yaitu interferon alpha-2b yang berbentuk injeksi dan lamivudine yang berbentuk tablet. Kedua jenis obat ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan efisien untuk penggunaan jangka panjang pada kurang dari 50% pasien. Lamivudine disukai karena lebih murah dan hampir tidak memiliki efek samping tetapi, dalam banyak kasus, pengobatan ini dikombinasikan.
4. Vaksinasi dapat mencegah infeksi oleh virus hepatitis B, dan memiliki efisiensi 95% ketika semua 3 suntikan diberikan (diberikan pada waktu yang berbeda). Mereka yang berisiko harus divaksinasi. Kategori orang yang direkomendasikan untuk divaksinasi adalah:
  • Anak yang baru lahir.
  • Orang yang berusia 18 atau lebih muda yang belum pernah menerima vaksin.
  • Orang yang menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Orang dengan lebih dari satu pasangan seks dalam 6 bulan terakhir atau dengan riwayat PMS.
  • Orang dengan masalah pembekuan darah, seperti dalam kasus hemofilia, dan yang telah menerima faktor pembekuan dari donor darah.
  • Orang dengan gagal ginjal, tergantung pada alat dialisis.
  • Orang yang bekerja dalam rumah sakit atau klinik kesehatan, dan yang sering melakukan kontak dengan darah.
  • Orang yang tinggal lebih dari 6 bulan di daerah dimana hepatitis B sering terjadi dan sejumlah besar orang mengalami infeksi kronis, seperti Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Tengah, Kepulauan Pasifik, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, Negara-negara ex Uni-Soviet dan Cina.
Dalam beberapa kasus, petugas medis dapat meminta tes pasca vaksin, untuk melihat apakah orang tersebut telah mengembangkan kekebalan terhadap virus hepatitis B. Tes ini diperlukan bagi mereka yang mengalami depresi kekebalan tubuh, mereka yang bekerja dalam sistem kesehatan, dan mereka yang tinggal dengan orang yang mengalami infeksi kronis. Jika orang itu terkena virus sebelum menerima tiga suntikan vaksin, mereka harus menerima dosis imunoglobulin jenis hepatitis B (IGHB) sesegera mungkin. Dalam kebanyakan kasus, IGHB mencegah infeksi hingga efek dari vaksin bereaksi.
5. Bagaimana caranya menghindari infeksi Hepatitis B? Berikut ini pencegahan hepatitis B:
  • Jangan melakukan hubungan seks bebas, atau gunakan kondom.
  • Jangan menggunakan jarum suntik yang bekas pakai.
  • Gunakan sarung tangan lateks atau karet jika Anda harus menyentuh darah;
  • Jangan meminjamkan sikat gigi atau pisau cukur.
  • Lakukanlah imunisasi Hepatitis B.