Siapa yang tidak mengenal mi instan? Ya, makanan yang satu ini sudah menjadi makanan rakyat. Selain murah, dan mudah dalam membuatnya, mi instan sekarang tersedia dalam berbagai macam bentuk dan rasa. Namun tahukah Anda cara yang aman dalam membuat mi instan agar kadar pewarna dan pengawet dalam mi instan dapat diminimalisir?

Mi instan terbuat dari bahan dasar tepung, terigu, telur, air dan mineral, serta dilengkapi bumbu dan minyak sayur. Memang ada kandungan vitamin, tapi pada faktanya, jauh dari standar untuk memenuhi angka kebutuhan gizi. Terutama bagi anak-anak.

Di dalam mi instan juga terdapat bahan pengawet dan pewarna yang tidak dapat dapat diuraikan dalam tubuh. Bahan-bahan tersebut baru dapat dikeluarkan melalui sistem sekresi manusia, setidaknya sekitar empat hari kemudian.

Karena itu para ahli kesehatan menyarankan agar tidak terlalu sering mengkonsumsi mi instan. Karena apabila zat-zat tersebut terlalu sering dikonsumsi, dapat mengendap dalam tubuh dan bersifat karsinogenik atau merusak. Kalaupun terpaksa harus mengonsumsi mi instan, durasi paling banyak adalah 4-5 hari sekali.

Cara memasaknya juga sebaiknya Anda perhatikan, selain menambah bahan makanan lain saat mengonsumsi mi instan, seperti telur, ayam, atau udang, sebaiknya Anda juga membuang air rebusan pertamanya. Hal itu perlu dilakukan untuk membuang pengawetnya.

Cara lainnya yang bisa ditempuh adalah tidak menggunakan bumbu bawaan dari mi instan. Kita bisa mengolah bumbunya sendiri seperti saat memasak. Minimal kurangi penggunaan bumbu mi instan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi masuknya pengawet ke dalam tubuh kita.

Hal lainnya yang tidak boleh terlupakan adalah melihat tanggal kadaluwarsa, komposisi, logo halal, dan pastikan juga kemasan tidak cacat atau robek. Sebab dalam kondisi cacat atau robek, berbagai macam serangga dapat mengkontaminasi mi instan tersebut.

Mulailah hidup sehat dengan hal-hal kecil yang dapat Anda lakukan sehari-hari, termasuk dalam menyiapkan mi instan kesukaan Anda.