Kondom merupakan alat yang efektif untuk mencegah penularan penyakit seksual dan mencegah terjadinya kehamilan. Namun para peneliti dari Indiana University yang telah melakukan penelitian sejak 16 tahun terakhir menemukan beberapa kesalahan dalam penggunaan kondom. Apa sajakah kesalahan-kesalahan tersebut?

1. Membuka gulungan kondom sebelum digunakan
Sekitar 2,1 persen hingga 25,3 persen responden mengaku telah membuka gulungan kondom sebelum digunakan. Padahal, hal ini dapat menyebabkan efektivitas kondom berkurang.

2. Membuka kondom dengan menggunakan benda tajam
Antara 2,1 persen hingga 11,2 persen orang menyatakan bahwa dirinya membuka kemasan kondom dengan benda tajam. Kebiasaan ini tanpa disadari dapat menyebabkan kondom tergores dan menyebabkan kebocoran.

3. Tidak menggunakan pelumas
Antara 16 persen hingga 25,8 persen orang melaporkan menggunakan kondom tanpa pelumas. Penggunaan kondom untuk jangka waktu tertentu dapat menyebabkan kondom lebih mudah sobek jika tidak digunakan tanpa pelumas.

4. Salah dalam menggunakan pelumas
Sekitar 4,7 persen pria menggunakan pelumas berbasis minyak dengan kondom lateks. Hal ini dapat melemahkan lateks dan membuatnya rentan terhadap kerusakan.

5. Menggunakan kondom bekas pakai
Meski terdengar menjijikkan, tetapi kasus ini juga dialami antara 1,4 persen hingga 3,3 persen pria yang terlibat dalam penelitian. Beberapa orang menggunakan kembali kondom yang telah dipakainya, setidaknya dua kali selama hubungan seksual.

6. Tidak mengeluarkan udara dalam kondom
Hampir 41,6 persen pria mengaku bahwa dirinya tidak menekan udara dari ujung kondom terlebih dahulu, sehingga kondom akan menggembung dan mempersulit pemasangan.

7. Tidak menyisakan sedikit ruang di ujung kondom
Sekitar 24,3 sampai 45,7 persen responden mengaku memasang kondom tanpa menyisakan sedikit ruang untuk menampung sperma di ujung kondom.

8. Tidak mengenali kondom yang telah rusak
Sekitar 74,5 persen pria tidak mampu mengenali kerusakan yang terjadi pada kondom sebelum digunakan. Hal yang harus diperiksa adalah tanggal kadaluarsa, memastikan tidak ada lubang pada bungkus kondom, dan kesempurnaan gulungan kondom.

9. Terlambat memasang kondom
Sekitar 17 hingga 51,1 persen pria memasang kondom setelah penetrasi dimulai. Hal ini tentu saja tidak akan efektif memberikan perlindungan terhadap risiko penularan penyakit menular seksual.

10. Terlalu cepat dilepas
13,6 persen hingga 44,7 persen dari peserta penelitian melaporkan telah melepas kondom sebelum hubungan seks berakhir. Alasannya adalah karena tidak nyaman dan merasa dapat melakukan penetrasi kembali dengan aman setelah ejakulasi.

11. Kesalahan dalam penyimpanan
Antara 3,3 persen hingga 19,1 persen responden menyimpan kondom dalam kondisi yang tidak sesuai dengan rekomendasi yang tertulis pada kemasan kondom. Hindari menyimpan kondom di bawah sinar matahari langsung atau di dalam dompet karena dapat menurunkan kualitas lateks.