Pernahkah anda atau orang di sekitar anda mengalami nyeri punggung? Keluhan seperti ini memang sering ditemukan pada berbagai tempat pelayanan kesehatan dan dikeluhkan oleh pasien dengan berbagai profesi, mulai dari yang pegawai kantoran, buruh pabrik, kuli, petani, dan sebagainya. Dalam masyarakat kita, keluhan nyeri punggung sering dikenal dengan berbagai istilah, ada yang menyebut sebagai “nyeri boyok”, “kecethit”, “jimpe-jimpe”, dan lain-lain. Sedangkan di dunia medis, nyeri punggung biasa disebut low back pain atau LBP. Nyeri punggung merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena keluhan ini sangat mengganggu dan dapat menghambat produktivitas kerja seseorang.

Apa Penyebab Nyeri Punggung?

Sebenarnya apa penyebab munculnya nyeri punggung? Nyeri punggung dapat muncul sebagai akibat dari berbagai kelainan. Secara umum, ada empat keadaan yang sering memunculkan nyeri punggung, yaitu:
  1. Cedera tulang belakang
    Cedera tulang belakang (back injuries) sering muncul akibat beban berlebihan yang harus ditopang oleh punggung. Cedera tulang belakang dapat meliputi kerusakan otot dan jaringan lunak yang melekat pada tulang belakang sehingga menyebabkan kesakitan dan ketidakmampuan penderita untuk bekerja hingga beberapa minggu.       
  2. Herniasi tulang belakang
    Contoh kasus yang sering mucul dari keadaan ini adalah hernia nucleus pulposus (HNP) dengan gejala khas berupa nyeri punggung yang semakin berat saat beraktivitas, mengejan, batuk ataupun bersin. Pada perkembangannya nyeri punggung pada HNP juga dapat disertai dengan nyeri pinggul, paha, tungkai, dan gangguan saraf lain seperti rasa kesemutan atau rasa tebal pada kaki.        
  3. Penyakit tulang belakang
    Berbagai penyakit tulang belakang dapat menyebabkan gejala nyeri punggung pada penderitanya, contoh: penyakit degeneratif tulang belakang (spondilosis) yang disebabkan oleh perubahan struktur tulang belakang akibat faktor penambahan usia, ataupun infeksi pada tulang belakang (spondilitis) seperti spondilitis tuberkulosa yang merupakan kelanjutan dari penyakit TBC pada paru-paru.    
  4. Pergeseran tulang belakang
    Pergeseran tulang belakang (spondilolistesis) umumnya memberikan gejala berupa nyeri punggung bawah yang perlahan-lahan dirasakan makin berat, terutama bila pasien melakukan gerakan yang sifatnya menjauhi sumbu tubuh.

Bila Anda Mengalami Nyeri Punggung…

Jangan sembarangan melakukan pengobatan nyeri punggung karena hal tersebut justru dapat memperparah keluhan yang dirasakan. Apabila anda mengalami keluhan nyeri punggung yang tidak kunjung hilang dengan beristirahat, maka sebaiknya anda mulai berkonsultasi pada dokter anda.  Karena nyeri punggung dapat disebabkan oleh berbagai hal, maka penegakan diagnosisnya memerlukan berbagai evaluasi, mulai dari penggalian informasi kemungkinan penyebab (seperti riwayat trauma, kebiasaan, pekerjaan pasien, dan sebagainya), pemeriksaan fisik-neurologis, hingga berbagai pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium (darah lengkap, LED, serum), foto rontgen tulang belakang, MRI, mielografi, dan lain-lain.

Pengobatan nyeri punggung dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Umumnya pengobatan nyeri punggung dibedakan menjadi dua, yaitu: pengobatan konservatif (seperti fisioterapi, pemakaian korset, pemberian obat penghilang nyeri atau analgesic) dan tindakan operasi untuk kasus yang gagal diobati dengan metode konservatif atau terdapat kondisi-kondisi khusus yang mengharuskan operasi segera dilakukan.

Bagaimana Pencegahan Nyeri Punggung?
Nyeri punggung dapat dicegah dengan berbagai cara yang sederhana dan tiap orang dapat mulai membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk anda. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang belakang dan mecegah terjadinya nyeri punggung antara lain:
  1. Membiasakan Posisi Tubuh yang Benar Saat Bekerja
    Mayoritas cedera tulang belakang disebabkan oleh gerakan mengangkat yang tidak tepat. Hal ini dapat dikarenakan teknik mengangkat yang salah, yaitu dengan gerakan membungkuk atau memutar sehingga tumpuan berpusat di tulang belakang. Pencegahannya adalah dengan membiasakan mengangkat beban mulai dari gerakan jongkok terlebih dahulu kemudian mengangkat dengan posisi tubuh tegak agar tumpuan beban ada di kedua kaki dan menjaga beban sedekat mungkin dengan tubuh untuk mengurangi beban tulang belakang. Hal tersebut jauh lebih aman bagi kesehatan tulang belakang anda.              
  2. Menyesuaikan Kemampuan Tubuh Dengan Beban yang Diangkat
    Penyebab lain terjadinya cedera tulang belakang adalah akibat beban yang berlebihan sehingga melebihi kemampuan tubuh dalam menyangga (over load). Berhati-hatilah saat membawa atau mengangkat barang yang terlalu berat, terlalu besar, dan sulit untuk dipegang! Akan jauh lebih aman bagi anda untuk meminta bantuan orang lain atau menggunakan alat bantu saat menemui barang-barang tersebut dalam bekerja.  
  3. Menjaga Kebugaran Jasmani dan Kecukupan Gizi
    Menjaga kebugaran jasmani dapat dilakukan dengan olahraga yang teratur dengan takaran dan durasi yang cukup. Hal tersebut sangat bermanfaat dalam menambah kekuatan, kelenturan, dan daya tahan otot, serta meningkatkan kekuatan dan kepadatan tulang, selain tentunya mencegah pengeroposan tulang. Secara umum olahraga yang cukup dapat dilakukan dengan frekuensi 3-5 kali per minggu, durasi 20-40 menit, dengan gerakan yang banyak melibatkan otot-otot besar dan interval istirahat yang cukup. Sedangkan kebutuhan gizi diperlukan untuk mencukupi kebutuhan energi dalam bekerja dan memelihara kesehatan tulang belakang. Hal ini dapat dicapai dengan makan teratur 3x sehari dengan komposisi makanan yang cukup mengandung makro maupun mikro nutrien, dan minum air putih minimal 8 gelas sehari.     
——————————
dr. Dimas Satya Hendarta
Staff Edukatif Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Power by medicine.uii.ac.id