Daging ayam saat ini sepertinya sudah menjadi bahan makanan pokok khususnya bagi masyarakat perkotaan. Hampir di setiap tempat banyak dijumpai warung atau restoran cepat saji yang menyediakan makanan berbahan daging ayam dalam menunya. Namun tahukah Anda, mana yang lebih sehat, antara ayam kampung dan ayam broiler?

Daging ayam broiler lebih banyak dipakai karena tekstur dagingnya yang lebih empuk dan harganya yang lebih terjangkau. Namun kandungan gizi dari ayam kampung lebih baik bila dibandingkan dengan ayam broiler.

Tekstur daging ayam kampung berwarna merah dan cenderung lebih gelap karena kandungan hemoglobinnya yang tinggi. Kandungan hemoglobin ini menunjukkan bahwa ayam kampung mengandung zat besi yang lebih tinggi ketimbang ayam broiler.

Selain itu, daging ayam kampung juga kaya akan mineral seperti kalsium,kalium, zinc, dan fosfor, serta bebas antibiotik. Ayam-ayam broiler yang dipelihara cenderung lebih stres karena sejak kecil paruhnya sudah dipotong agar tidak menjadi kanibal, lalu diberi makan berlebihan yang membuat bebannya lebih berat sehingga kakinya tidak kuat. Jika ayam ini sudah stres terlebih sejak kecil maka kandungan gizinya akan menjadi tidak maksimal.

Bagi Anda para wanita, disarankan juga untuk tidak mengkonsumsi daging ayam broiler secara berlebihan karena ayam-ayam ini disuntik hormon yang bisa membuat wanita nantinya menjadi lebih cepat mengalami menopause.