Masa subur adalah ketika sel telur wanita telah matang dan siap dibuahi. Ketika sel telur ini dibuahi maka terjadilah kehamilan.
Cara mengetahui masa subur wanita dengan siklus menstruasi 28 hari:
– Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1
– Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid

Misalnya: Seorang isteri mendapat haid pada tanggal 5 Januari, tanggal 5 Januari ini disebut hari ke-1. Masa subur wanita tersebut adalah hari ke-12 setelah tanggal 5 atau tanggal 16 Januari samapai tanggal 20 Januari.

Sehingga ketika suami-isteri berhubungan pada masa ini akan terjadi kehamilan. Begitu juga dengan keluarga yang tidak merencanakan kehamilan atau KB alami, cara ini bisa digunakan untuk mencegah kehamilan dengan TIDAK melakukan hubungan pada masa subur sang isteri.

Ciri-ciri masa subur yang akan dirasakan wanita ketika masa subur
1. Peningkatan suhu tubuh. Biasanya suhu tubuh meningkat pada masa subur karena peningkatan hormone progesterone

2. Menilai lendir rahim. Lendir rahim menjadi encer pada masa subur karena pengaruh hormon estrogen (sebagian mengira ini adalah keputihan, tetapi ini bukan, cairan rahim berwarna bening).

3. Jika ingin praktis, bisa digunakan tes prediksi masa subur atau ovulasi. Cara menggunakannya sama dengan test kehamilan. Alat ini sudah dijual di apotik-apotik dengan harga cukup mahal.

Jadi penting sekali bagi wanita untuk mengetahui kapan masa suburnya. Selain untuk merencanakan kehamilan, hal ini bisa digunakan sebagai KB alami atau yang biasa disebut KB Kalender.

Tanda-tanda seorang perempuan sedang berada dalam masa subur, bisa dilihat dari kebiasaan sehari harinya, antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari MensHealth.com,
1. Lebih berdandan
Sebuah penelitian di University of California Los Angeles menunjukkan, perempuan cenderung lebih memperhatikan penampilan saat berada dalam masa subur. Tidak selalu menor atau berlebihan, tetapi pasti lebih menarik dibandingkan hari-hari biasa.

Dalam penelitian tersebut, para ahli menunjukkan beberapa foto perempuan yang tidak diberi keterangan apapun kepada sejumlah responden laki-laki. Responden cenderung lebih tertarik pada foto-foto perempuan yang diambil saat sedang dalam masa subur.

2. Suara Lebih Nyaring
Tanda-tanda lain yang bisa dipakai untuk memperkirakan masa subur seorang perempuan adalah perubahan nada dasar saat berbicara. Kondisi hormonal menyebabkan getaran pada pita suara meningkat, sehingga terdengar lebih nyaring dibanding hari biasa.

Fakta ini terungkap dalam sebuah penelitian pada tahun 2008, yang dilakukan terhadap 69 perempuan dewasa. Peneliti mengumpulkan sampel suara pada masa subur dan waktu lainnya, lalu menganalisis spektrum suaranya dengan spektrometer akustik.

3. Busana Lebih Terbuka
Penelitian di University of Texas mengungkap perempuan pada masa subur cenderung memilih busana yang lebih terbuka untuk menghadiri acara tertentu, misalnya kondangan atau pesta. Kecenderungan ini diyakini berhubungan dengan naluri untuk memikat pasangan.

Dalam penelitian tersebut, para ahli meminta sejumlah partisipan perempuan untuk memilih desain busana yang diinginkan seandainya diajak pergi ke pesta. Partisipan yang ketika itu sedang dalam masa subur, cederung memilih rok mini sebagai bawahannya.

4. Lebih Agresif
Perempuan yang sedang subur cenderung lebih berani merespons perilaku lawan jenis, misalnya saat diajak ‘melantai’ dalam sebuah pesta dansa. Jika biasanya menolak atau ogah-ogahan, pada masa subur ajakan berdansa lebih besar peluangnya untuk diterima.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian tahun 2009 yang dilakukan oleh Nicolas Gueguen dari Universite de Bretagne, Prancis. Dalam penelitian tersebut, Gueguen melibatkan sejumlah pria dan wanita yang rata-rata masih berusia 20-an tahun.

5. Menarik Diri dari Ayahnya
Jika anak perempuan tiba-tiba malas mengangkat telepon dari ayahnya, bisa jadi itu menandakan bahwa si anak sedang subur. Kecenderungan ini biasanya tidak disadari, bahkan ketika si anak tidak sedang berantem atau punya masalah pribadi dengan ayahnya.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science akhir tahun lalu menunjukkan, pada masa subur anak perempuan juga lebih sering menghubungi ibunya. Jika pad ahari biasa jarang menelepon, pada masa subur bisa 4 kali lebih sering menelepon. (detikhealth)