MENGAPA MAKANAN TAMBAHAN DIBERIKAN PADA BAYI SETELAH USIA 6 BULAN ?
1. Memberikan perlindungan yang lebih besar terhadap penyakit.
Sudah banyak diketahui bahwa bayi bisa mendapatkan kekebalan melalui ASI, dan kekebalan paling besar didapatkan jika bayi diberikan ASI eksklusif. Saat ini diketahui ASI memiliki lebih dari 50 faktor kekebalan, tapi kemungkinan masih banyak lagi yang belum diketahui. Salah satu contohnya adalah kemungkinan terkena penyakit pernapasan yang dapat terjadi kapanpun pada bayi secara signifikan akan berkurang jika bayi diberikan ASI eksklusif dan tidak adanya makanan padat yang diperkenalkan selama itu.

2. Memberikan waktu bagi sistem pencernaan bayi untuk berkembang sempurna.
Jika makanan padat diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut akan kurang dicerna dan bisa menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan seperti gangguan pencernaan, perut kembung atau sembelit. Contohnya adalah enzim amilase baru akan mencapai tingkat memadai untuk mencerna pati sekitar usia 6 bulan, enzim maltase, isomaltase dan sucrase untuk mencerna karbohidrat baru akan sempurna sekitar usia 7 bulan, serta enzim lipase untuk mencerna lemak baru akan mencapai tingkat dewasa sekitar usia 6-9 bulan.

3. Mengurangi risiko alergi makanan.
” Saat bayi baru lahir hingga usia antara 4-6 bulan, bayi memiliki sesuatu yang disebut dengan ‘usus terbuka’. Hal ini berarti terdapat ruang antara sel-sel dari usus kecil yang memungkinkan makromolekul utuh termasuk protein dan patogen masuk ke dalam aliran darah. Ditambah dengan belum sempurnanya sistem kekebalan tubuh bayi, maka memungkinkan bayi mengalami alergi makanan atau penyakit tertentu. Bayi akan mulai memproduksi antibodi sendiri sekitar usia 6 bulan dan rongga-rongga di usus pun akan menutup pada usia tersebut. Saat itulah bayi mulai siap menerima makanan padat.

4. Membantu melindungi bayi dari penyakit anemia akibat kekurangan zat besi.
Berdasarkan penelitian dari Pisacane pada tahun 1995 didapatkan bahwa bayi yang diberikan ASI eksklusif secara signifikan memiliki tingkat hemoglobin yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang sudah diberikan makanan padat sebelum usia tersebut. Hal ini dikarenakan pemberian ASI eksklusif bisa mempertahankan nilai-nilai hemoglobin di batas normal dan menyimpan zat besi di dalam tubuh.

5. Melindungi bayi dari ancaman obesitas di masa mendatang
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wilson tahun 1998, von Kries 1999 dan Kalies tahun 2005 diketahui memperkenalkan makanan padat terlalu dini pada bayi berkaitan dengan adanya peningkatan lemak tubuh dan juga berat badan di masa kanak-kanak.

6. Membantu ibu menjaga produksi air susunya
Bayi yang sudah mengenal berbagai rasa dari makanan padat yang dikonsumsinya, cenderung akan mulai menyapih atau berhenti menyusu lebih cepat dari waktunya. Karena pada umumnya bayi mendapatkan rasa yang lebih enak atau gurih dari makanan padat dibandingkan rasa ASI, sehingga lama kelamaan produksi ASI akan semakin berkurang. Sedangkan jika ASI terus menerus dikeluarkan atau diminum bayi, maka produksinya akan semakin banyak.

7. Membantu memberikan ruang bagi bayi
ASI merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah kehamilan saat bayi masih mendapatkan ASI eksklusif, hal ini akan membuat bayi mendapatkan semua kebutuhan gizi yang diperlukannya dan kasih sayang dari orangtua.

8. Membuat perkenalan makanan padat menjadi lebih mudah
Bayi yang mendapatkan makanan padat sesuai dengan usia, maka nantinya ia akan lebih mudah untuk makan sendiri, lebih mudah dalam hal memperkenalkan satu jenis makanan padat dan cenderung tidak memiliki reaksi alergi terhadap makanan.
(sumber : http://childrenclinic.wordpress.com/)