Kanker merupakan salah satu “pembunuh” nomor satu hingga saat ini. Berbagai macam pengobatan dilakukan untuk mengobati kanker, mulai dari pembedahan, radiasi hingga kemoterapi. Namun oleh beberapa pasien pengobatan-pengobatan tersebut sering dikeluhkan membawa dampak yang tidak ringan bagi tubuh mereka.

Belum lama ini, tim peneliti dari Butantan Institute, Sao Paulo, Brazil, menemukan bahwa kanker kulit dapat disembuhkan dengan menggunakan ekstrak racun dari sejenis ular berbisa di Amerika Selatan.

Menurut peneliti, racun dari ular tersebut mengandung sejenis proten yang disebut chromatin. Chromatin ini dapat membantu memperlambat perkembangan tumor, termasuk mencegah pembentukan sel-sel kanker secara menyeluruh. Chromatin dapat membunuh sel-sel kanker, namun racunnya hanya menyerang sel-sel melanoma sehingga tidak mempengaruhi sel-sel normal dan sehat lainnya.

Bahkan mereka memastikan bahwa peningkatan angka harapan hidup pasien kanker kulit yang diberi ekstrak ini bisa mencapai lebih dari 70 persen. Namun tim peneliti mengaku masih memerlukan eksperimen lanjutan pada hewan dan manusia sebelum akhirnya dapat mengembangkan ekstrak ini menjadi obat kanker baru.