Subhanallah, Bertambah keyakinan saya betapa Allah sangat mengasihi umat manusia tatkala mendapat 1 lagi pengetahuan hikmah yang terkandung di dalam larangan Allah swt.

“Barangsiapa dari umatku mengenakan emas kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya emas di surga. Dan barangsiapa dari umatku yang mengenakan sutera kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya sutera di surga.” (HR. Ahmad)

Perlu diketahui hukum logam mulia atau EMAS, yaitu: “Dari Abu Musa, Rasulullah SAW bersabda, ‘Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para pria.” (HR. An-Nasai dan Ahmad).

Ada beberapa alasan atau logika masyarakat menduga2 alasannya, beberapa menjawab laki-laki diperbolehkan memakai emas bisa-bisa wanita tidak kebagian. Atau ada juga jawaban, nanti tidak bisa membedakan mana laki-laki mana perempuan karena sama-sama memakai emas.

Tinjauan ilmiah atau analisa medisnya. Para ahli fisika telah menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika pria mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam prosentase yang melebihi batas (peristiwa ini juga dikenal dengan sebutan “migrasi emas”. Dan apabila hal ini terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit salah satunya yaitu alzheimer atau penyakit pikun.

Alzheimer adalah suatu penyakit di mana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil, kepikunan yg parah sehingga bahkan dia lupa untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-harinya. Zheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan yg abnormal paksaan atau terpaksa.

Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas? Karena perlu dicatat bahwa wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui haid (datang bulan).

Dengan demikian alangkah baiknya kita bijaksana bagi yang pria untuk menghindari memakai cincin emas dan beralih ke cincin perak, atau logam semacamnya sebagai cincin pernikahan contohnya 
Dan tidak boleh pula memakai cincin dari campuran emas, serta barang-barang lainnya seperti kacamata, pena, jam tangan yang ada campuran emas-nya.  Tak lain dan tak bukan juga demi kebaikan diri kita.

Subhanallah..