Berbagai bahasan tentang rokok dan bahaya dari rokok ini mungkin sudah banyak dibahas, baik dimedia online, tv, koran, radio dan secara langsung. Namun sekarang saya akan mencoba membahas pengaruh rokok terhadap kesehatan gigi. Semoga ini bisa membuka pikiran anda tentang rokok dan apa pengaruh yang ditimbulkannya.

Mengapa rokok sangat erat sekali hubungannya dengan kesehatan gigi dan mulut ?.. Hal ini sudah sangat jelas sekali, karena orang merokok melalui mulut, bukan hidung ataupun telinga. (kalaupun ada itu aneh ^_^).  Secara sepintas kita bisa melihat warna bibir perokok terlihat lebih gelap dibandingkan dengan seseorang yang bukan perokok..

Jenis rokok di indonesia secara umum ada 2 jenis, yaitu rokok dengan filter dan tanpa filter (rokok kretek). Kedua jenis rokok ini juga memiliki pengaruh yang berbeda, pada umumnya roko tanpa filter cenderung akan lebih cepat merubah warna gigi dari pada rokok dengan filter.

Sekarang, mari kita coba perhatikan mengapa banyak organ tubuh yang dirugikan akibat asap rokok. Ketika merokok, asap yang dihisap akan menuju ke ronggo mulut, dengan hitungan detik asap rokok yang dihisap dengan banyak kandungan zat-zat kimia berbahaya didalamnya sudah berada di rongga mulut, dan secara otomatis akan mempengaruhi jaringan organ yang ada di dalam rongga mulut, termasuk gigi. Asap rokok yang terus menerus berhembus ke dalam rongga mulut akan merangsang panas yang menimbulkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluaran luda. Akibat dari itu, rongga mulut menjadi kering dan lebih “an-aerob” (suasana bebes zat asam). Keadaan ini akan membentuk lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan demikian, perokok lebih beresiko terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang bukan perokok.

Gusi perokok juga cenderung mengalami penebalan lapisan tanduk dan daerah yang mengalami penebalan ini akan terlihat lebih kasar dibandingkan jaringan disekitarnya, serta berkurang kekenyalannya.
Penyempitan pembuluh darah yang terjadi disebabkan oleh nikotin akan mengakibatkan berkurangnya aliran darah di gusi, jika hal ini benar-benar terjadi akan meningkatkan kecenderungan timbulnya penyakit pada gusi.

Selain nikotin,tar yang terkandung didalam asap rokok juga akan memperbesar peluang terjadinya peradangan pada gusi, penyakit ini adalah penyakit yang paling sering terjadi disebabkan oleh plak bakteri dan faktor lain yang akan menyebabkan bertumpuknya plak disekitar gusi. Tar ini dapat mengendap pada permukaan gigi dan akar gigi, sehingga permukaan ini mejadi kasar dan memudahkan plak untuk melekat. Dari perbedaan penelitian yang telah dilakukan, plak dan karang gigi lebih banyak terbentuk pada rongga mulut seorang perokok dibandingkan yang tidak merokok.
Selain plak dan karang gigi, penyakit jaringan pendukung gigi yang parah, kerusakan tulang penyokong gigi dan tanggalnya gigi lebih banyak dialami para perokok dari pada yang bukan seorang perokok. Hal tersebut menyebabkan perawatan penyakit jaringan pendukung gigi pada perokok memerlukan perawatan yang lebih intensif dan lanjut.

Nikotin berperan dalam terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.
Penyakit yang timbul dari merokok ini tergantung banyak atau sedikitnya rokok yang dihisap per hari, dalam jangka berapa hari dan berapa tahun. Jika jangka waktu merokoknya lebih lama, otomatis penyakit yang timbul juga cenderung lebih berbahaya.

Beberapa perawatan memang selalu menganjurkan pada pasien perokok untuk berhenti merokok sementara waktu, selama dalam proses perawatan. Seperti pasien yang dalam masa pemasangan implan.

Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan Gigi

Beberapa kerugian yang timbul akibat kebiasaan merokok pada kesehatan gigi dan mulut :

1. Kemungkinan kanker pada jaringan mulut sangat besar.
2. Bau nafas jelas beraroma rokok.
3. Berubahnya jaringan” dalam rongga mulut yang menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mulut itu sendiri seperti pemicu terbantuknya karies.
4. Perubahan warna gigi, gusi dan bibir.
5. Karies pada gigi akan semakin cepat terbentuk.

Itulah beberapa pengaruh rokok terhadap Kesehatan tubuh seseorang. Lebih baik mencegah dari pada mengobati, jadi yang bukan perokok, jangan coba-coba untuk menjadi perokok.